halaqoh quran

Standard

Setting tempat: Masjid Nurul Ashri, Deresan

Setting waktu: Ba’da Maghrib

Senin, 19/07/2011s

Sore itu aku mendatangi Masjid Nurul Ashri yang lokasinya ada di daerah Deresan, dekat dengan penerbit Kanisius. Yah, lumayan dekatlah dengan kosku ^^. Katanya, ada Kajian Tafsir setiap Senin sore di sana. Dan surah yang dibahas adalah Surah An Nur. Waah.. pas banget ya! Entah sejak kapan aku ingin mendapati ilmu tentang tafsir surah tersebut tapi sepertinya keinginan itu ada ketika kubaca sebuah hadis yang bunyinya seperti ini,

 “Diriwiyatkan dari Mujahid bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda, ‘Ajarkanlah surah al Maidah kepada kaum laki-laki kalian dan ajarkanlah kaum perempuan dengan surah An Nur’. Kemudian Umar bin Khaththab menyebarkan perintah Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam itu kepada para pemimpin di wilayah masing-masing, ‘Ajarkanlah surah An Nisa, Al Ahzab, dan An Nur’.”

Kutipan itu kuambil dari Asbabun Nuzulnya Syaamil Quran (terjemah per kata) tapi btw, kok gak ada perawinya ya? –.–“  . mungkin ada diantara kalian yang bisa memperjelas siapa perawinya? =D *please..

Dan aku juga pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa seorang suami memiliki kewajiban mengajarkan isi surah An Nur kepada istrinya (kalo yang ini aku lupa: bersumber dari buku yang kubaca ataukan dari kajian yang kudengar.. maaf ya. Validitasnya jadi agak meragukan ya? ^^b ). Kalaupun itu BENAR, kurasa, tak perlu menunggu untuk diajarkan oleh suamiku nantinya.. Lagipula, siapa juga yang bisa menjamin aku akan menikah di sini? =) Karena menikah itu masih ‘mungkin’ bukan ‘pasti’.. Jadi, “Kalo kamu mau dapet ilmu tentang tafsir surah an Nur, gak perlu menunggu sampai kamu menikah dulu.. Tapi, datang ke kajiannya aja..” (bicara dalam hati)

Sebenarnya aku datang telat –banget-. Secara, sampai di selasar Masjid sekitar jam 16.15 dan ternyata pematerinya belum datang. Hmm, kemana Ustadnya ya? “Sudahlah Va.. Jangan jadi alesan buat ‘kabur’ karena Ustadnya datang telat. Inget tuh tujuan pertama kamu datang ke sini tuh untuk apa?” (lagi-lagi bicara dalam hati) =D

Duduk di dekat Risma dan seorang akhwat. Bersalaman dengan Risma dan dengan akhwat yang satunya ~jyaah.. ternyata si Ayu. “Loh, tumben amat Yu pake jilbab langsung?”, pertanyaan spontanku cukup membuatnya kaget dan tersenyum salah tingkah. =D.. Maaf deh Dek, soale kan setiap kita ketemu, mbak gak pernah mendapati Ayu memakai jilbab langsungan..

Menjelang setengah lima, beliau pun datang. JENG! JENG! Ternyata Ustad Syatori. Memang benar ya kalau ada ungkapan, “Orang yang pandai menjaga lisannya maka Allah pun akan menjaga setiap kata yang akan keluar dari mulutnya”.. Tak sampai 45 menit beliau menyampaikan materi tapi subhanallah.. hampir di setiap katanya menjadi penting bagiku untuk kuingat. Sayangnya, ada beberapa poin yang tertinggal ketika beliau menyampaikan perihal makna kata dalam Bahasa Arab (Hadeeh..!! Belajar Bahasa Arab napa Va..).

Kajian sore itu selesai sekitar jam 17.15-an. Dan diselingi tanya jawab lalu ifthor bersama. Sebenarnya aku tak membawa rukuh (mukena, maksudnya) tapi ya sudahlah sekalian saja sholat berjamaah di sana. Jarang-jarang juga aku bisa sholat berjama’ah seperti ini.

Selesai sholat, ada sebagian jama’ah yang memilih meninggalkan masjid dan segera pulang ke rumah masing-masing, ada yang bertilawah, dan ada pula yang melanjutkan menghabiskan makanan berbuka yang masih bersisa. Tapi ada satu pemandangan ‘berbeda’ yang kudapati ketika itu. sebuah halaqoh quran: anak-anak sekolah dasar!

XD .. So sweet..

Di Barat tempat wudhu wanita ada satu kelompok yang membentuk lingkaran. Sekitar dua puluh anak dan ada pula pendampingnya di sana. Mereka menghafalkan surah Ar Rahman bersama. Kuperhatikan, ada diantara mereka yang sudah hafal dan ada pula yang tertinggal bacaannya dari yang lain karena ia belum hafal ayat yang sedang dibaca bersama. Di dekat kolam ikan ada satu kelompok yang jumlahnya tak sampai lima orang. Sepertinya mereka sedang menghafalkan juz 30.

Hiks..

Aku MALU. Seusia mereka, yang kuingat hanyalah bermain petak umpat, bermain sepeda, bermain gobak sodor, jalan-jalan, yah dan memang aku tak pernah seperti mereka.

MALU.

Ya ampun va.. nyadar napa! Mereka masih SD tapi sudah hafal Ar Rahman. Mereka belum remaja tapi sudah mulai menghafal juz 30. Sedangkan kamu? T.T (nangis dalam hati)

Dan,

“Kalau suatu hari nanti Allah mengizinkanku mengemban amanah sebagai seorang ibu, aku ingin anak-anakku nanti bisa seperti mereka. Melafalkan ayat-ayatNya, menghafalkannya, mengamalkannya dan mau menyampaikannya pada orang lain. Bahkan kalau bisa harus lebih baik dari mereka *berdoa: modeon”

Dan aku tahu, tak mungkin seorang anak akan menghafalkan Alquran kalau orang tuanya belum menghafalkan Alquran.. Jadi, mulai sekarang, hafalanmu harus ditambah.. Oke Va! As soon as possible..

 “RabbanaaHablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa Qurrota a’yuuniwwaj’alnaa lilmuttaQiina imaamaa..”. (ada dalam surah Al Furqon: 74)

Advertisements

2 thoughts on “halaqoh quran

  1. arohmanpanji

    Ar Rahman, doa ortu saya nih bos ^_^
    *mari kita hafalkan kembali (dulu udah pernah hafal nih =(

    Juz 30, udah dari SMA nih harusnya apal >_<
    *tinggal 2-3 surat lagi nih, insyaallah bisalah!!!

    alakulihal, nais posting gan =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s