Hadiah Jangka Panjang #1

Standard

# 1

“Menyelaraskan mimpi itu selaras dengan menyamakan visi dan misi”, kalimat itu pernah kujadikan sebagai status di facebookku beberapa hari lalu. Tapi bukan tentang sekufu yang akan kuceritakan di sini melainkan tentang seseorang. Eh bukan ding. Tentang mimpi dan harapan seorang kakak: pada adiknya.

Sejak awal, aku tak pernah mentargetkan perubahan pada kedua adikku itu, seperti ‘satu tahun lagi adikku harus jadi seperti ini’ atau ‘selepas SMA adikku harus sudah liqo’ dan seterusnya. Aku tak pernah memiliki target seperti itu. sampai kemudian aku terwarnai oleh tarbiyah (eh, terwarnai apa diwarnai ya? Hehehe) dan mendapat materi mengenai visi, misi dakwah, renstra (rencana stategis) sampai rencana teknis di lapangan –ini mah waktu di KMP. Hohoho..

Menjadi seorang kakak angkatan yang dititipi oleh seseorang untuk ‘menjaga’ atau menitipkan seorang adik kelas pada seorang teman di kampus yang berbeda ternyata telah membuka mataku bahwa ada hal lain yang terlupakan olehku.

“Kalau kamu pernah menitipkan adik kelas untuk dijaga oleh orang lain, kenapa hal serupa tak kau lakukan pada adik kandungmu? Kalau kau bisa menyusun visi, misi, renstra, dan rencana teknis, lalu kenapa hal serupa tak kau lakukan pada keluargamu?” (baru nyadar)

Dan saat mendapatkan materi mengenai dakwah keluarga, rasa-rasanya semua yang kudengar itu cukup MJJ. Bukan cukup lagi, tapi memang MJJ. Maka, pada saat penerimaan mahasiswa baru tahun 2006, barulah aku ‘mencoba’ melakukan apa yang sudah kudapatkan.

Pada waktu itu aku hanya ingin ‘menitipkan’ adik pertamaku pada seseorang yang bisa kupercaya untuk ‘dijaga olehnya. Tak ada niat ‘merubahnya’ atau ‘dia harus menjadi seperti ini, dia harus bisa ini dan itu’ atau hal lainnya. Aku hanya ingin adik pertamaku itu memiliki lingkungan yang kondusif dan teman-teman yang bisa saling menjaga satu sama lain. Bagiku, dia mau melanjutkan liqo pun itu sudah cukup. Tapi ternyata langkahku itu kurang komplit. Ibaratnya mau mengirimkan paket pada seseorang yang baru kukenal di suatu daerah dan saat ditempat pengiriman barang aku hanya mengatakan “saya mau kirim ini ke daerah X, Pak. Makasih ya”. Tak menyebutkan alamatnya, tak menanyakan kapan akan sampai di sana, dan memberikan kepercayaan sepenuhnya pada pengantar barang untuk mengantarkan paket itu sampai pada tujuan dalam keadaan baik, tanpa cacat.

Hanya modal percaya. Sampai kemudian ternyata Allah subhanallahu wata’ala-lah yang menjaganya dengan sangat baik. Ah sungguh beruntungnya aku masih ‘diingatkan’ olehNya bahwa ada hal berharga itu tak seharusnya kulepas begitu saja.

Entah sejak kapan, tapi yang pasti dia (adik pertamaku itu) benar-benar berubah dan sepertinya malah lebih baik dari si kakak. Kadang, ia menanyakan beberapa istilah yang bahkan aku pun baru mendengarnya dari dia ~hadeeh.. Sempat ngebatin, “mbok kamu nanya MR-mu aja toh yoo ato tanya mas/mbak angkatanmu di sana..” =D *haha..ketauan amat nggak bisanya yak?

Kembali ke topik utama. Aku tak pernah memiliki targetan untuk keluargaku sendiri. Maksudku, target jangka panjang. Yang terpikirkan olehku hanyalah perubahan-perubahan jangka pendek itupun cenderung bersifat teknis. Maka, ketika ada keinginan untuk mengenalkan ‘ini’ pada adik keduaku, ternyata ada sedikit miskomunikasi dengan adik pertamaku. Sharing tentang ini dan itu, dan ceritanya sih menyamakan persepsi tapi ternyata ribet –.–“ . kalau sudah mentok, aku memilih pass saja (tipikal phlegmatis banget yak? =D .. menghindari perdebatan ato adu argumen. Hehe).

Sebenarnya sih itu bukan hal yang substansial karena memang tujuan kami serupa hanya saja berbeda pada ‘target waktu’ yang akan ditempuh. Contohnya saja ketika adik keduaku akan berusia 18 tahun.

Kasih hadiah apa ya buat si Dede?

(bersambung)

Advertisements

6 thoughts on “Hadiah Jangka Panjang #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s