Rencana kembali ke Yogyakarta

Standard

Ada yang berbeda dengan perjalananku kali ini. Pengennya sih naik KA Progo yang murah meriah tapi setelah melihat sikon (tak ada teman en bawaanku cukup banyak) jadilah kuputuskan “ndak mau naik Progo!”. Oia! Naik KA Gajah Wong aja kali ya. Putri bilang di Gajah Wong itu ndak ada pedagang, ber-AC, dan tempat duduknya 2-2 kayak di KA bisnis, tapi ya nggak seempuk KA bisnis. Berangkat sekitar jam 6 pagi, berhenti di Stasiun Jatinegara en tiketnya seharga Rp120.000.

Sepertinya akan menyenangkan! Hehe,, secara juga, aku lagi menghindari naik KA bisnis: Senja Utama Yogya ato Senja Utama Solo, soale harga tiketnya mahal beneer.. Sekitar Rp160.000. =o *kalau terpaksa, aku akan naik KA bisnis itu. Daripada naek bus ato travel, mendingan naek kereta api dah.

Pulang tanggal 9 pagi aja ah! Tanggal 8 kan mau perpanjangan SIM dulu, nah habis tuh baru deh balik ke Yogya..

*rencana tinggal rencana.. karena ternyata tanggal 8 aku dateng telat T.T dan critanya ada di tulisan yang berjudul “SIM keliling”. Alhasil mau nggak mau aku harus pulang tanggal 9. Hiks. mepet bener yak! Tanggal 11 kan udah harus get out dari kos. Ya sudahlah..

Tawaran via SMS

H-1 dapet SMS dari seseorang yang sering menggunakan kata ganti ‘kamu’ dengan ‘bos’. Yah siapa lagi kalo bukan Panji Arohman. Sempet simpang siur gitu beritanya tapi inti dari SMS-nya mah tentang tawaran “mau ikut bareng ke Yogya nggak? Naik mobil. Optimalisasi tempat, bos!”.

–.– Naek mobil?? Hmm.. mikir berkali-kali sebelum memutuskan jadi ikut ato nggak. You know-lah, aku kan nggak terbiasa perjalanan jauh by a car, kecuali kalo supirnya adalah papah ato adekku, it’s ok! Karena udah terbiasa. Tapi kalo sama orang lain, biasane aku gampang mual. Haha.. mabok darat.

Berhubung agak ribet kalo nanya tentang teknis pemberangkatan via SMS, jadilah kuhubungi si Panji via telepon *untungnya di rumah ada yang pake nomor XL =D. nelepon ke sesame XL kan lebih murah daripada nelepon dari IM3 ke nomor XL. Nanya ini dan itu ke Panji en telepon terputus karena ada suatu hal. Nggak berapa lama dialah yang menelepon balik.

Jadi gini, awalnya tuh Panji bilang mereka bertujuh: dua orang akhwat dan lima orang ikhwan. Mereka mau memenuhi undangan walimahan temen mereka di Semarang. Sebenernya si Panji en keempat temen ikhwannya itu mau ke Yogya juga, tapi mereka harus mengantarkan kedua akhwat itu dulu ke Semarang. Rutenya: Jakarta-Semarang-Yogya. Nah, inilah yang membuatku mikir berkali-kali. Pertama karena alasan diatas tadi dan yang kedua karena “Ntar dari Semarang berarti gue akhwat sendiri dong? Serem amat!”

Udah dapet gambaran tentang teknis pemberangkatannya. Dan kalo aku jadi ikut, sore tanggal 9 ketemu di masjid kampus UI Salemba, maksimal jam 18.30 sampe sana solae mereka memang berencana berangkat ba’da Maghrib. Tentang biaya mah kata Panji paling-paling habis Rp400.000.

Seperti biasa, setiap aku atau adekku mendapat telepon, pasti ditanya, “Siapa, Teh?”. Kuceritakanlah tentang tawaran ke Yogya by a car: bertujuh, ba’da Maghrib, mobil Avanza, Semarang dulu barulah ke Yogya, termasuk kondisi akan sendirian dari Semarang ke Yogya setelah mereka mengantarkan kedua teman akhwat tersebut. Tau nggak sih komentar orang rumah seperti apa?

“Ya udah Teh, naik mobil aja, ikut sama mereka. Lebih aman daripada naik kereta api ekonomi,” komennya mamah.

“Iya Teh. Kan enak tuh pulangnya rame-rame. Nggak sendirian”, komennya papah.

*masih mikir-mikir*.. “Tapi kan nanti teteh sendirian dari Semarangnya. Serem, kali!”, jawabku.

“Gak papa kali Teh. Insyaallah aman deh”, kata adekku. *shock mendengar komentar si Ndi* Jaahh nih anak! Udah ngerti tentang ‘itu’ tapi malah kasih komen kayak begitu. Heran!

“Yang bener aja, Ndi! Masa teteh akhwat sendiri dari Semarang ke Yogya? Mereka berlima tauk! Udah gitu yang teteh kenal cuman si Panji”. *ngebayangin akan menjelma menjadi salah satu bagian barang bawaan kalo aku tetep ikut*.

“Ya gak papa, Teh. Semarang Yogya kan cuma 3 jam. Ntar teteh tidur aja”, kata mamah. ~Hadeeh.. kalo begitu mah jelas-jelas aku nggak bisa tidur. Hhh..

“Ya udah, ntar dari Semarang teteh naek bis aja. Gampang kan? Daripada sendirian naek kereta api ekonomi!”, kata adekku lagi.

*bimbang alias galau* hahaha.. lebay deh loe Va! Udah ah! Perpanjangan SIM dulu aja. Ntar setelah selesai urusan ini, baru dah kasih kabar ke Panji.

 

# maap gak ada domunetasi. saya lupa. hehe ^^b.

to be continue..

Advertisements

7 thoughts on “Rencana kembali ke Yogyakarta

  1. arohmanpanji

    hahaha….
    gw juga kemaren mikir2 bos ngajakin elu
    gak mungkin banget klo elu dari semarang ke jogja sendiri
    to be continue…
    *menghargai yg punya cerita =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s