Kunjungan di Hari Raya (Idul Adha)

Standard

 

Sepi. Ah aku benar-benar merasa kesepian di sini 😦 . Hampir satu bulan tinggal di Annida, materi dakwah sya’bi yang pernah kudapatkan belum juga kuaplikasikan di daerah Pandega Duksina ini. Hiks.

Rindu keluarga. Rindu celoteh adek-adek TPA. Rindu curhatan adek-adek remaja. Rindu terjun bersama mereka di dusun Karangwuni -kos lama. Rindu. Dan aku merasa ‘aku harus belajar untuk bisa cuek’ di sini, tapi tetap saja dalam hati bersuara, “bisa po, kamu cuek begitu Va?” .

Libur pula, jadilah Ahad ini aku tak bisa berangkat ke masjid. Hadeeh.. Lengkap sudah rasa kesepian di sini.

Ya suw-lah. Baiknya aku menyetrika saja. *Berniat akan menghabiskan waktu untuk menyetrika, menulis, dan membaca. Tiba-tiba…

*tit* Ada sebuah pesan masuk ke inbox si henpon. Kubuka. Dari seorang adik (ketemu gede). Haduh, SMS-nya udah kuhapus, tapi intinya mah begini kira-kira:

assalamu’alaykum. mbak niva ada dikos? Aku mau maen kesana”

Heh? Tumben amat ada yang gak sibuk di hari raya begini. Kukira, anak kos doang yang tetep punya waktu luang di saat orang-oranga sibuk menonton pemotongan hewan. Kubalaslah SMS itu. Kukatakan padanya bahwa aku ada di kos. Dan dia bisa main ke tempatku.

*tersadar* Hadeeh.. Dikamarku lagi banyak baju ama jilbab begini. Berantakan. Mereka lagi pada antri: nunggu kusetrika. Harus dirapihin-lah Va. Paling nggak, pas ada tamu, tamu-mu itu dapet celah buat duduk ^^b..

Nah, siapakah gerangan yang akan datang ke kosku? ~Coba tebaaak…

He is eh She is Hanis. Pernah dengar namanya? Pernah liat namanya dimana, gitu? ^^ Yup! Dia tetanggaku di sini. Di wordpress ini. Pertama kali kenal, bulan Agustus (kayaknya). Pokoknya mah sebelum dia menikahlah ya.. Nih anak, 2 tahun dibawahku. Angkatan 2006 tapi menikah lebih dulu daripada aku.. Hiks *loh? Kenape aye malah curcol? Oke, back to topic!

Kami kenal di sini. Berlanjut ke tukeran facebook and then nomor handphone ^^. You know-lah, bagiku, hal seperti ini bukan masalah. Dari sanalah komunikasi itu mulai terjalin. SMS SMS mulai berdatangan: dari yang menanyakan kabar, berbagiΒ  informasi, sampai berbagi nasihat (taushiyah) dan motivasi. Berasa udah kenal lama gitu deh jadinya ;D .. *jiwa SKSD-nya mulai kambuh.

Dia sempat meminta ancer-ancer kosku dan kuberikan ancer-ancernya dari arah Selatan. Tak berapa lama, ada SMS baru darinya. Katanya, dia sudah sampai di dekat tempat pemotongan hewan. ~Jyaah,, itu mah udah di depan kos dung. Sek sek, tak siap-siap dulu.

Keluar kos dan kucari-cari “Mana tuh anak?”. Tak melihat adanya sosok akhwat yang berdiri diantara kerumunan orang di sana. Hm.. Tak SMS wae-lah. Sembari menunggu balasan darinya, kudekati Rika yang keliatannya seriuuus banget ngeliatin tuh sapi mau dipotong. *ah, aku tak tega melihat mereka dipotong.

Dan.. JENG! JENG! Muncullah seorang akhwat dari depan jalan di depan kosku. Akhwat ini tersenyum padaku dan merasa bahwa “Ini pasti si Hanis”. Ia tersenyum dan kami pun bersalaman. Mbak Eny yang melihatku sumringah begitu malah terheran-heran.*Kayak ketemu temen lama ajah! =D

Kukatakan padanya untuk memindahkan motornya ke depan kosku. Soale kalo dia parkir disitu (tempat dia menungguku keluar dari kos), kejauhan, bu! Dan akhirnya.. kami bertemu juga. *eh, telat yak ngomongnya?? πŸ˜›

Ngobrol ngalor ngidul. Tentang saudara kandung, tentang studi S1-nya, tentang bimbingan konseling dan psikologi, tentang skripsiku (*hadeeh.. nih anak nanyain tentang Mr.S), tentang daerah asal, tentang mimpi dan cita-cita, dan lain sebagainya. Tapi ada satu yang membuatku penasaran: tentang proses pernikahannya! ^^v .. Wah, tapi maaf nih, berhubung belom minta ijin sama yang bersangkutan untuk menceritakan hal tersebut, jadinya hal itu ndak bisa dipublish disini. hehe..

Ah, subhanallah deh pokoknya! Mendengarkan cerita adek yang satu ini, semakin percaya bahwa jodoh itu sudah diatur olehNya. Datang diwaktu yang tak terduga (hm.. bahasa kerennya sih: datang di saat yang tepat). Proses yang baik dan lancar. Dengan dia yang bahkan tak pernah terpikirkan justru akan dipersatukan. *sempet terheran-heran dan ‘shock’ begitu mendengar ceritanya. Tapi yah, dari cerita yang disampaikan olehnya tadi, memberikan hikmah tersendiri padaku.

Dan yah, yang namanya silaturahim itu insyaallah membawa berkah. Bukan begitu, dek? *nanya ke Hanis..

10 Dzulhijjah 1432 H

Idul Adha yang berbeda.

Jazakillah khoir atas kunjungannya ya, Nis.. ^^

 

 

Advertisements

29 thoughts on “Kunjungan di Hari Raya (Idul Adha)

  1. irfan handi

    Wahhh . . . Pasti senang bagaeat ketemu langsung dengan neng hanis ya mba?
    Salam hangat ya. O iya, selamat hari raya Qurban ya mba.

  2. Happy Eid mubarok yah dik niefha..aku panggil dik yah soalnya jauh dibawah usia mama kinan kayaknya..*boleh kan..:)
    semoga berkah dan hikmah idul adha selalu ada pada kita…*amien
    wah jadi tahu kalo lagi skripsi..semoga cepat kelar yah ..semangat semangat..:) insyallah diberikan yang terbaik dan dimudahkan oleh Allah swt..
    Salam

    • selamat idul adha, mbak ^^
      boleh.. (malah seneng nih dapet mbak baru. hehe)
      aamiin ya Rabb.. (mengaminkan semua doanya mama kinan, especially yg ttg skripsi T.T )…

      makasih ya mbak πŸ™‚

      # salam buat kinan ya, mbak.

  3. iya mbak, begitu insya Allah *menjawab mb Nifa

    btw, syukron katsiir pula telah menampung anak kesepian ini, memberinya informasi dan motivasi S2 psikologi, plus buku juga dipinjami, hehe πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s