Ternyata oh ternyata.. #1

Standard

*Peristiwa beberapa pekan yang lalu*

Sabtu pagi, seperti biasa, ada kajian tafsir di Masjid Nurul Islam by. Ustad Syatori. Ba’da Subuh. Ah rasa-rasanya sudah lama aku tak melaksanakan ibadah sholat subuh di Masjid. Terakhir kulakukan pun sepertinya ketika aku masih menjalani masa-masa KKN di Dusun Nglampar, Desa Nglegi, Patuk, Gunung Kidul tahun 2008 silam. –.–”  ..

Hm sebenernya mah pernah ada ta’limat untuk melaksanakan Sholat Subuh di Masjid terdekat, tujuannya untuk syi’ar pada masyarakat di setiap bulan Ramadhan, tapi sepertinya itu ndak pernah kulakukan. Hehe.. Waktu itu merasa lebih nyaman untuk sholat subuh di kos ajah. Tapi ternyata, jauh lebih nyaman di Masjid. Suasananya beda. Dan sejak aku pindah ke Annida, setiap Sabtu pagi kami dianjurkan untuk ikut sholat berjama’ah di Masjid Nurul Islam yang letaknya dekat dengan kosku itu. Hm,, kayak dari kos lamaku ke Mushola Nurul Huda-lah. (Eh, ada yang tau kos lamaku gak sih? ^^b..)

Dia duduk disebelahku. Aku tak mengenalnya, “Dia nih temen kosku bukan ya?” (ngebatin). Yah, maklumlah. Kosku ini dihuni oleh 42 orang. Kamar mandi dalam. Dan waktu ada acara ta’aruf pun ndak semuanya hadir. Jadilah aku masih belum hafal rupa dan nama mereka :(.. Paling-paling cuman yang sering kusapa dan yang menyapaku ajah yang kuhafal.

Akhwat ini tersenyum padaku dan aku pun membalasnya. Khusyuk mendengarkan penjelasan Ustad Syatori tentang tafsir surah Al Ankabut. Hm.. ayat berapa y? Kayaknya ayat 7 deh.

“Mbak, nanti boleh pinjem catatannya nggak?”, tanyanya padaku.

Heh? Minjem? Aduh.. Ada catatan liqo nih. Gimana ya?? –Hm..”Oh, boleh. Tapi, hm.. yang diliat yang disini aja ya. Hehe, maksudku, jangan buka halaman yang lain ya ^^ “, jawabku sembari tersenyum (khawatir menyinggung perasaannya).

“Iya, mbak”, katanya membalas senyumku.

Kembali mendengarkan taushiyah dan ah ucapan orang berilmu memang penting semuanya. Gak nyampe satu jam, kulihat catatanku “Heh? Udah jadi 2 lembar?”. Wew. Subhanallah!!

Selesai kajian sekitar jam 05.30 dan kami kembali ke Annida dan kembali menjalani rutinitas masing-masing. “Assalamu’alaykum. Mbak, mau pinjem catetan yang tadi”. –Baru ngeh kalo itu adalah akhwat yang tadi duduk disebelahku. –.–”

“Wa’alaykumussalam. Oh iya, ini bukunya”.

Siap-siap menyetrika. =D Wew. Banyaknyo… *cape deh* Yosh! Hayolah! Sebelum KRPH, selesaikan setrikaanmu ini. Sedapetnya aja lah Va. hehe

Tak berapa lama, “Mbak, ini bukunya. Makasih ya, mbak..”, katanya.

“Oh iya, sama-sama”, jawabku.

“Hmm, mbak, boleh masuk ndak?”, tanyanya.

Astaghfirullah.. kenapa juga aku tak mempersilakannya masuk ke kamarku? >.< Maafkan aku.. “Oh, boleh, boleh.. tapi lagi berantakan nih. Maklum, mau nyetrika. hehe”, jawabku.

“Gak papa, mbak. Hehe”, katanya,

Dan mengalirlah sesi perkenalan saat itu. Nama, asal, kuliah dimana, ada keperluan apa di Yogya, kapan sampe Yogya, dan lain sebagainya.

Namanya Kikin. Dia alumni Undip. Yang ternyata dia adalah adek angkatannya Mba Dani (temen kosku yang sudah jadi PNS di Yogya). Kukira, Kikin ini angkatan 2004. Soale dia pake kaos yang ada tulisan Teknik Undip 2004-nya. Ternyata ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s