Jangan egois dong, Va!

Standard

“Duuh.. jangan hujan dong.. Please.. Jemuranku belum kering nih, udah dua hari hujan melulu”, ngebatin dalam hati. Itu yang terlintas  di kepalaku ketika aku melewati jalur jalan Yogya-Wonosari yang medannya naik turun, karena memang ketika itu langit tampak mendung dan aku sangat berharap hari itu tidak turun hujan. Ke Walimahannya Dian Kinayung.

Tapi tiba-tiba ada suara yang mengajakku bicara, “Hey! Kamu egois banget, Va!”.

DEG.

Ah, apa iya aku egois?

Aku kan cuma minta jangan turun hujan hari ini. Lah wong dua hari kemarin udah turun hujan kok, en jemuranku juga emang belom kering, udah dua hari ada ditempat jemuran tapi masih ada yang lembab, malah ada yang masih basah.

“Hey! Sadar dong Va.. Di daerah Gunung kidul kayak gini tuh mereka malah berharap hujan turun di tanah milik mereka”, lagi-lagi suara itu datang tiba-tiba.

Ah, apa iya aku egois?

Kurasa, pasti ada banyak orang yang setuju denganku. Yang berharap hari itu langit akan cerah dan panasnya kan segera mengeringkan pakaian-pakaian kami yang masih bergantungan di tempat  jemuran, berharap akan segera kering dan bisa segera disetrika.

“Hei! Yang butuh hujan kan bukan cuma masyarakat di Gunung Kidul doang, Va! Tapi juga pohon-pohon itu. Tumbuh-tumbuhan yang butuh air untuk bisa berfotosintesis. Hewan-hewan ternak yang kehausan.Ah iya, kurasa bukan hanya hewan-hewan ternak, Va! Tapi ikan, katak, kodok, juga beberapa hewan lainnya yang suka bermain di air pasti berharap bisa bertemu dengan si hujan sesering yang mereka inginkan”, panjang lebar suara itu menjawab keluhan-keluhanku.

“Kamu jangan egois dong, Va!”, katanya lagi.

Ah, apa aku egois?

“Ya iyalah.. Secara ya, kamu minta jangan diturunkan hujan CUMA biar jemurankmu kering. Kalo bukan egois, lantas itu namanya apa?”, tanyanya padaku.

Hmm.. tapi kan.. (aku mencoba membela diri).

“Harusnya kamu bersyukur, Va. Masih bisa bertemu dengan hujan. Dan bukankah kau tahu sendiri bahwa air itu adalah sumber kehidupan?”

Iya sih. Cuman kan.. Masa aku nggak boleh sih minta sehari aja biar nggak hujan?

# Jadi merenung sendiri. Ternyata aku masih egois ya 😦

 

Advertisements

5 thoughts on “Jangan egois dong, Va!

  1. Dasar egois. 😛
    Eeh… iya, jemuran saya juga belom diangkat…… 😦 Haduuuh, jangan ujan dulu doong. Please……..
    *buru-buru ngibrit angkat jemuran*

  2. Darmanto Muat

    hehe.. alhamdulillah sadar..
    bagaimana kalo Allah ta’ala tidak menurunkan hujan selama 1 tahun di indonesia raya ini..?? masak gara2 jemuran, masak gara2 ingin jalan, masak gara2 ingin ketemuan \, dll. kita menolak Rahmat dari ALlah..?? YA kan banjir entar..?? Banjir itu kan bukan tanggung jawab hujan, salah siapa hutan banyak ditebang, salah siapa banyak bangunan yg nggak peduli drainase, salah siapa coba?? hehehe.. hanya sekedar refleksi mbak Niefha.. 🙂 🙂

    tetap menginspirasi mbak..!
    salam,

  3. saya juga merasa sangt egois, bahkan untuk diri sendiri…

    tapi sadar kelemahan sendiri adalah awal perbaikan diri selanjutnya 🙂

    semangat mba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s