Ikatan Hati

Standard

Yang namanya ikatan hati itu sungguh-sungguh ajaib.

Kau bilang, kau rindu padaku.

dan kata itu kau ucapkan berkali-kali sembari menatapku sungguh-sungguh

kau bilang, “aku kangen sama kamu, Va..”

aku hanya terdiam, berusaha untuk tetap tersenyum.

: “Beneran deh, nggak tau kenapa dari tadi setelah sholat maghrib aku kangen banget sama kamu..” (dan kau pun mulai menangis)

sementara aku tetap duduk di hadapanmu, tak tahu harus berkata apa.

: “Sebenernya, pengeeen banget ketemu sama kamu, Va. Tapi aku takut nanti aku malah lupa waktu. Soalnya kan kalo ketemu sama kamu pasti kita banyak cerita..” (katamu lagi sembari tersenyum)

Ya Tuhan.. jangan biarkan aku menangis di hadapannya.. Please..

*** dan kau pun bercerita banyak hal padaku ***

Ah Kirana.. Inilah yang namanya ikatan hati.

Sore itu, sama sekali tak ada niatan untuk singgah ke tempatmu. Aku hanya ingin membeli mie rica-rica di dekat kosmu. Lantas, kukirimkan SMS itu padamu. Β Sekedar memberi tahu. Dan sesampainya di tempat makan itu, kukirimkan lagi SMS itu padamu. Meminta izin apakah aku boleh menumpang sholat isya di kosmu ataukah tidak. Sekedar sholat saja, karena aku tahu, ada sesuatu yang sedang kau kerjakan saat itu. Jadi, aku tak bisa berlama-lama menghabiskan waktu di kosmu.

Tapi ternyata Allah memiliki maksud lain :’)

Kita bertemu dan sesampainya di kamarmu yang rapi dan wangi itu, kalimat sederhana itu terdengar begitu tulus dari lisanmu..

Benarkah kau merindukanku, kirana? ..

Ah iya~ Akan terasa perbedaannya antara kata yang diucapkan dari hati dengan kata yang diucapkan dari lisan.

Duuh.. jangan nangis dong. Aku speechless nih kalo ada orang yang nangis di depanku >.<

Dan ternyata, aku pun ‘tertular’. Hadeeh.. kenape aye jadi ikut-ikutan nangis begini?

πŸ™‚

Teruntuk Kirana:

aku baru tersadar saat itu. Ternyata Allah mengarahkanku untuk mengirimkan SMS ‘tak penting’ itu padamu dan akhirnya kita bertemu (lagi)..

Terima kasih.. Terima kasih atas penerimaanmu selama ini πŸ™‚ .. Semoga ikatan ini kan tetap terjaga ya Ukht. Sampai nanti, setelah kita mati.

# dan aku pun menyayangimu sebagai saudariku..

Advertisements

18 thoughts on “Ikatan Hati

  1. Ely Meyer

    jd inget kalau aku nangis krn sakit ato lg sedih suamiku jg langsung ikut nangis …. dia memang sahabat baikku sama spt sahabat wanitaku yg jauh tinggal di tanah air, ikatan hati kami sungguh kuat walau raga terpisah darat dan lautan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s