dia pertama dan dia kedua

Standard

# tentang dia pertama

3 tahun tak bertemu ternyata tak ada yang berubah denganmu. Bahkan setelah memiliki satu jundi pun, penampilanmu sama sekali tak berubah. Sempat merasa kaget, “benarkah ini dirimu yang dulu selama 4 tahun lebih mendampingiku dalam forum ukhuwah itu?” >.<

Kita berpisah tahun 2008 lalu. Ketika kau sudah menyelesaikan kuliahmu dan harus kembali ke tanah Sunda karena telah ada seseorang yang ‘berjanji’ akan menggenapkan separuh dienmu. Kukira itu hari terakhir kita bertemu. Ternyata Dia masih memberiku izin untuk menghadiri moment indah itu pada tanggal 28 Desember 2008. Jelaslah! Masa aku tak datang di hari bahagiamu? =D

Dan di penghujung tahun 2008 itu, kita tak pernah bertemu lagi sampai akhirnya Dia memberikan kesempatan padamu untuk bersilaturahim ke rumahku.

Sore itu.

# tentang dia kedua

Kita memang tak lama menjadi ‘saudara seperguruan’ dalam forum yang sama, tapi subhanallah ya, ikatan itu justru diberikan olehNya lantas kita pun dipersaudarakan atas nama cinta. *tsaaah..

Hijrahmu membuatku malu. Qiro’atimu lancar. Kuliahmu pun berlanjut ke tingkat master. Dan yang pasti, sekarang ini kau lebih peka juga lebih membuka diri terhadap orang lain disekitarmu =).

Sempat merasa terkejut ketika kudapatkan kabar (langsung) darimu bahwa Mei itu kau akan menikah dengan seorang laki-laki (yang baik). *gimana nggak kaget?? Dirimu kan nggak pernah menyebut-nyebut target menikah pada kami. Tapi syukurlah, semuanya lancar dan aku ikut merasa bahagia ketika statusmu telah berubah 😀

Kita masih sering bertemu di kota itu. Aku belum pernah ke rumah (orangtua)-mu di Bintaro, hmm kapan-kapan deh ya.. eh, tapi kan aku sudah pernah ke rumahmu di dekat Samsat kota itu =D yang suka kau sebu sebagai “rumah dinasnya mertuaku, chan”.. =) terima kasih ya.. terima kasih pada hari itu kau sempatkan waktumu untuk bersilaturahim ke rumahku.

Sore yang sama.

Catatan 8 Desember 2011. Jakarta.

Advertisements

4 thoughts on “dia pertama dan dia kedua

  1. lalu di catatan 8 desember milikku…

    kamis, kau tebak bagaimana senangnya hati ku sore itu? Entahlah… aku seperti menemukan lagi sesuatu yg lama tertimbun, oleh waktu oleh keseharian yang bertambah.

    Bahagia karena bertemu dengan mereka, yang hampir 3 tahun tak melihat wajahnya.

    benar katanya 2 jam tak cukup untuk sekedar melepas rindu… ah kau tau apa yang ada di hatiku saat itu?? bahagia, cukup.

    mengobati satu diantara sekian banyak rindu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s