Ahad sore di Masjid Kampus

Standard

Masjid Kampus UGM.

~Subhanallah ya! Slalu ada sensasi yang berbeda setiap aku mengikuti sholat berjama’ah di Masjid Kampus UGM ini. Apalagi kalau sedang galau. Hahaha.. Bener-bener menikmati ‘kesendirian’ di sini.

Sengaja tak mengajak siapapun dan sengaja melarikan diri ke sini.

Karena aku sedang ingin sendiri.

Hai Maskam! Sudah lama aku tak mengunjungimu.. Entahlah, aku merasa ingin menghabiskan malam bersamamu. Seperti yang mereka lakukan di malam-malam Ramadhan lalu. Bercerita kepadaNya. Berkeluh kesah padaNya. Dan menyampaikan semua yang menumpuk di kepalaku.

Tapi sama siapa?

***

Selepas sholat Ashar, kucari tempat strategis untuk melanjutkan kesendirianku. Hohoho.. Untungnya nggak ada yang kukenal disini (baca: temen kuliah). Jadilah aku bisa berekspresi sepuasnya dan menikmati udara sejuk dan kicauan burung yang ada di sekitar Maskam. *bener-bener deh! suasananya mendukung banget!

Si Hujan sempat menyapa. Padahal langit di sebelah Selatan jelas-jelas terlihat terang. Eh, tunggu dulu! Kenapa langit di daerah Utara terlihat begitu gelapnya? Waah.. jangan-jangan di Jakal atas, hujannya deres?? Ah, sudahlah.. aku disini saja. Menikmati gerimis yang mulai membasahi. Sejuk!

Persis di salah satu tiang penyangga dekat tangga sebelah Selatan, kupilih ia sebagai tempatku untuk menyendiri. Hm.. sebenarnya sih aku tak benar-benar sendirian di masjid kampus ini. Ada orang lain juga yang masih melakukan ini-itu di lantai dua masjid ini.

Naiklah seorang anak kecil, perempuan. Dibajunya tertulis nama: Safa.~aiih.. lucunya nih anak! cantik!

Disusul  kemudian oleh sang mama dan kakak perempuannya. Mereka memilih posisi di tengah untuk menunaikan sholat Ashar. Aku hanya melihat sekitar saja -itungitung refreshing mata :D.

Eh, kedua anak itu memakai mukenanya masing-masing. Berdiri disamping kanan dan kiri mamanya lalu ketika sang mama melakukan tabiratul ihram, gerakan itupun diikuti oleh keduanya. Asiikk.. ada objek menarik untuk ku observasi nih!

Mengamati gerak gerik kedua bocah tersebut dan tiba-tiba saja aku merasa kagum pada mamanya. Kapan ya sang mama mengenalkan tentang ibadah sholat? plus tentang sholat berjama’ah..

Sang mama melakukan ruku’, mereka pun mengikuti. Eh, tapi kenapa pas i’tidal kok malah mereka duluan yang bangkit? hahaha.. tuh kan bener! nih anak gerakannya belum sempurna. tapi salut banget sama mama-nya yang bisa mengajak mereka untuk melakukan sholat berjama’ah di sini.

^^v

Menoleh ke sebelah kanan. Weeh.. ada 4 akhwat yang sedang muraja’ah. Halaqoh quran gituh! Aiih.. kapan terakhir kali kau menyetor hafalanmu, Va? Nambah gak tuh hafalanmu..? 😦

Menghabiskan waktu sore di maskam ini, bagiku lebih efektif daripada berdiam diri -mengunci di dalam kamar kos.

# kapan-kapan aku akan mengunjungimu lagi yah..

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Ahad sore di Masjid Kampus

  1. sakura suri

    nanti kalo punya anak, saya ajarin solat dari bayi deh,
    #lebaaaaaiiii hehe.
    Subhanallah mbak, di bandung juga banyak muraja’ah seperti itu.
    jadi maluuuuu kalo sadar juz 30 aja saya masih belum hafal.
    😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s