Ayyash, Icha dan Perpus kota

Standard

Ahad siang.

Mengembalikan buku ke Perpus kota. Sekalian mencari buku fiksi (baca: novel) yang bisa kupinjam. Yah, itung-itung merefresh pikiran yang lagi galau ~hahaha..  (hh..)

Mengambalikan buku di front office dan menitipkan tas -cuma untuk mencari lalu meminjam buku yang kuinginkan.

Mencari-cari di rak kesusastraan, tapi ndak nemu buku yang menarik (mungkin karena aku terburu-buru kali yah, soalnya udah mau jam 2 juga, dan hari Ahad ini perpus kota tutup jam 14.00 WIB).  Akhirnya kucoba mencari di komputer informasi.

kata kunci: tere liye (hasil kosong). andrea hirata (hasil kosong).. hadeeh.. ya sudahlah.. aku mencari buku di rak biasa saja.

Melihat satu per satu buku yang ada disana, dan finally kuputuskan meminjam Chicken soup: ada dua yang kupinjam. for women’s soul -juga- for mother’s soul. ~hohoho.. sapa tau ada hal-hal yang bisa memberiku inspirasi.

Mengambil tas di tempat penitipan tas lalu ke front office lagi: meminjam buku yang baru saja kuambil di rak itu. Clingak clinguk (baca: mengamati ruangan perpus kota) dan TARA! ada dua orang anak yang kukenal sedang menuruni tangga.

“Eh, ayyash?” (refleks menyapa tapi baru nyadar “suaraku kok kecil banget ya?”..)

Anak laki-laki usia sekitar 10-11 tahun itu terlihat santai menuruni tangga bersama dengan adiknya: Icha.

Mereka melewatiku. Icha tak melihatku disampingnya. Dan seperti yang kuduga, kakaknya ini tampak malu-malu ketika melewati seseorang yang sering mampir ke sekolahnya ‘cuma untuk main sajah’. (aku memang cukup sering main-main ke intis school)

Aku tak menyapa mereka dan mereka pun tak menyapaku. haduh Va, kenapa nggak disapa aja sih? –.–” Ya sudahlah.. kutunggu mbak petugasnya mengurus administrasi peminjaman buku.

Tak berapa lama, Ayyash kembali ke dalam bersama Icha dan umminya. Ummi tampak mencari-cari seseorang dan aku menoleh ke arahnya. Menyapanya. dan ummi pun tersenyum padaku.

“eh, ummi..”, sapaku.

“(senyum) hmm.. ini mbak siapa ya?”, tanyanya.  -wajarlah ummi tak hafal namaku. wong aku ketemunya sama pak bambang en pak hermi kok kalo aku main ke intis.

“niva, Mi.. Saya dulu sering main ke Intis”, jawabku.

“oh iya! Iya ini, tadi Ayyash bilang ke saya, “ummi, ada temen ummi tuh di dalem”. jadi saya kesini deh”, jelasnya. Kulihat Ayyash tampak malu-malu ketika umminya menyampaikan hal itu padaku.

-eh sebentar! aku dianggap sebagai teman umminya, oleh si Ayyash?  .. T.T (terharu)

“(senyum saja). iya Mi, tadi pas ngeliat ayyash sama icha, saya mau tanya: dateng kesini sama umminya ato sama abinya.. eh ternyata sama ummi”, kataku.

“sama abi juga kok (sembari tersenyum). abinya udah ada disana. nih udah mau pulang”, jawabnya lagi

“oh gitu..”

“ya udah ya mbak, saya duluan..”, pamit kepadaku.

“iya Mi, monggo..”

 

***

 

dan tiba-tiba..

aku merindukan intis school

 

suasananya..

orang-orangnya.. :

pak bambang dan ide-ide briliantnya..

pak hermi dengan motivasi dan cerita-cerita ‘aneh’nya..

juga para educator disana..

 

***

 

apa kabar, intis school?

Advertisements

3 thoughts on “Ayyash, Icha dan Perpus kota

    • buka 🙂 ..
      senin-jumat tutup jam 5 en kalo sabtu tutup jam 3
      *seinget mbak sih begitu..

      eh, kalo gitu, mba pinjem dong *kedip-kedip mata
      Ayahku Bukan Pembohong .. terus hmm.. Yang Paling baru apaan tuh judulnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s