Menjadi istimewa

Standard

Pernah merasa nggak percaya diri? Merasa nggak pantes mendapat sesuatu yang menurutmu ‘Wah’ atau “ada yang lebih pantas mendapatkan ini selain aku”.. Pernahkah?

Aku? Jelaslah, pernah. Tahun 2004 dimana aku dinyatakan diterima di Fakultas Psikologi UGM. “Kok bisa?” –secara juga niat ikut UM cuman buat latihan sebelum SPMB (bukannya sok-sok-an.. tapi karena 99% nggak mungkin diterima di UGM. UGM gitu loh! Salah satu PTN terbaik di Indonesia en ah sudahlah.. pokoknya waktu itu aku nggak ada niat tuk kuliah di UGM). Tapi memang waktu itu aku benar-benar belajar dengan tujuan biar tahu seberapa bisa aku menyelesaikan soal-soal di UM UGM itu.

Dan hasilnya.. TARA! “anda diterima!” –Heh? Impossible..

Tapi yah, kau tahulah, Tak ada yang tak mungkin bagi Dia.. maka, setelah berpikir dan sadar, akhirnya aku ‘yakin’ bahwa pengumuman itu bukanlah mimpi. tapi FAKTA.

..

Beberapa kali merasakan hal serupa dan terakhir itulah aku merasakannya (lagi) dengan sensasi yang sedikit berbeda. Desember kemarin. Persis di 26 tahunnya usia pernikahan kedua orangtuaku, Dia memberikan ‘sesuatu’ padaku. T.T

Senang? Tentu saja!

Tapi jujur, ketika itu otakku hanya menghasilkan serentetan tanda tanya, “bener nih? nggak salah? kok bisa?”..

Bukannya tak mau menerima. Hanya saja, ketika itu akalku tak sampai untuk bisa meng-iya-kan pemberianNya (walaupun aku sadar sesadar-sadarnya lidah ini justru melakukan hal sebaliknya). Aneh kan?

Sampai kemudian, datanglah si pengganggu keyakinan. Ragu. Dan kau tahu, ragu itu datang dari setan.

Meragukan ini. Meragukan itu. Dan terakhir aku merasa “Kenapa Kau baik sekali padaku Tuhan, sampai sampai sesuatu itu Kau berikan padaku..” .

AstaghfirullaHal’adzhiim..

Entahlah. Dengan segala pemberianNya yang sudah berlipat ganda kudapatkan ini, rasa tak pantas itu tetap saja ada.

“Rabb, aku belum memberikan yang terbaik untukMu.. Maafkan aku.”

..

Seorang sahabat hanya berkata, Setiap orang itu memiliki sesuatu yang istimewa dalam dirinya, ukht..”

Yang lain berucap, “Bersyukurlah.. Itu akan membuatmu merasa bahagia..”

..

# special thanks to you and you..

semoga Allah selalu mencintaimu.

Advertisements

17 thoughts on “Menjadi istimewa

  1. pernah mba apa lagi ketika saya jadi mc di sebuah seminar, gerogi banget, dan di pilih mendadak lagi, trus baru ngomong sekitar 1 menit hape bunyi pula, perasaan saya sudah silent dan langsung saya reject, udah gitu 30 detik kemudian bunyi lagi, tambag tuh ga pdnya dan grogii, tapi ya sudah kepalang tanggung toh saya sudah di atas panggung hehehe

  2. wibisono

    Alhamdulillah.. selamat ya mbak atas menjadi mahasiswi psikologi.
    jangan pernah minder atau kehilangan rasa percaya diri.

    • ntar.. tunggu tanggal mainnya *bukan sinteron*

      iye, iye.. maklum.. ibu ibu hamil kan harus stay di rumah dulu kalo masih di trimester pertama (iya gak sih?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s