Live Blood Analysis (1)

Standard

Hari ini udah berniat mau periksa darah ke RSH. Apa hayo RSH ituu? RSH is rumah sehat holistic. Sebuah tempat (bukan rumah sakitlah ya pastinya!) dimana kita bisa  memeriksakan kondisi kesehatan kita :D.

Sejak pak Haznil (sebenernya dia nih satu angkatan denganku, hanya saja karena pertama kali aku hadir di talkshow dimana dia yang menjadi pembicaranya, jadilah aku memanggilnya ‘pak’) mengisi kajian malam di Annida beberapa pekan yang lalu, aku jadi tertarik untuk melakukan LBA (live blood analysis) di RSH.

Apa itu LBA?

LBA itu analisa kesehatan ‘hanya’ dengan menggunakan setetes darah si  pasien (hmm.. aku tak menemukan istilah lain selain kata pasien). Setahuku, dari apa yang pernah kubaca dari sebuah buku yang berjudul “Tubuh anda adalah dokter yang terbaik!”, darah itu bisa menunjukkan potensi penyakit apa saja yang ada dalam tubuh kita. Nah! LBA ini sama persis dengan penjelasan di buku itu.

Jadilah sore kemarin aku ke RSH. Sendirian? Nggaklah ya.. Ditemani adek kosku yang bernama Sunu :). Berangkat ke sana sekitar jam 16.30. Gak pake nyasar sih sebenernya, cuman rada bingung ajah buat nyari edimana lokasinya. *eh ini mah sama aja ding! ;p

Sampai di sebuah lembaga nurul ‘ilmy. Bermaksud bertanya dimanakah posisi RSH itu –ternyata eh ternyata si RSH persis ada disebelahnya *haiyah! Kalian tetanggaan toh rupanya..

Masuk ke sana. Dan JENG! JENG! Ada dua orang mbak-mbak yang duduk di ‘receptionist’. Menyapaku dan menanyakan, “ada yang bisa dibantu, mbak?” .. eh, mbaknya ramah ya 🙂

“mau LBA, mbak..”

“mbaknya udah reservasi belom ya?”, tanyanya padaku.

“belon”.

Si mbak hanya tersenyum lantas kemudian memberikan perjelasan padaku bahwa sebaiknya reservasi terlebih dahulu agar aku tak perlu menunggu lama (karena harus mempersiapkan peralatannya) :D.. yaah, maap deh mbak. Saya kan nggak tau.. 😀

Oke! Mbaknya meminjam kartu identitasku. Nah, berhubung KTP ku lagi ada di perpus kota, jadilah aku menyerahkan SIM C ku padanya.  mencatat dataku sesuai SIM C dan kemudian aku ditensi (diukur tensinya..). bukan dengan alat manual lagi loh! *kagum nih ceritanya. Dan hasil tensiku kemarin itu 118/delapan puluh sekian. Kata mbaknya “hm.. bagus kok mbak tensinya..” :D. setelah itu, si mbak bertanya padaku “ada keluhan apa nih mbak?”.. –eh? Harus ada keluhan yak?

Kujawablah, “hmm apa ya mbak? Kayaknya nggak ada deh! Pengen tes darah aja, mbak. Hehe”..

Si mbak hanya tersenyum sembari ber-o-o ria. Dan kemudian mulailah aku diintervensi. Serentetan pertanyaan pun diajukannya kepadaku:

“berat badannya berapa? – Suka makan makanan pedes nggak? – sehari minum air putih berapa gelas? – suka makan buah? Biasanya buah apa? – dalam sehari, pasti makan sayur nggak? Sayurnya apa? – suka minum teh/kopi? – mudah lapar nggak? – susah tidur nggak? – gampang capek? – dan lain sebagainya.. ”

aku cuma ngebatin ‘Wew! banyak amat pernyataannya. hehe. detail.’

Back to berat badan. >.< shock bgitu melihat angka di timbangan berat badan yang ada disana.

“APA? Bagaimana mungkin beratku naik 2 kg dalam waktu tak sampai satu bulan???” –.–! Hadeeh.. kayaknya nih timbangan rusak dah”.

# bersambung karena sudah kelaparan

Advertisements

10 thoughts on “Live Blood Analysis (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s