Dear my partner ..

Standard

Bismillah..

kaifa haluk akhi? kemarin kau menyapaku di yahoo messenger! dan seperti biasa, tanpa tedeng aling-aling kau langsung menanyakan apa yang ingin kau ketahui tentangku. hiks.. kenapa sih tak menanyakan kabarku dulu? aku kan saudaramu.. #merajuk sekali kau, Va.

aku tahu. kalian sudah teramat sangat sangat sangat sangat bosan menungguku. menunggu kehadiranku kepulanganku ke rumah itu. lantas membaca sebuah undangan yang didalamnya tertulis nama sebuah institusi Universitas Gadjah Mada.

aku tak tahu kata apa lagi yang bisa kusampaikan pada kalian selain kata “maaf” -yang aku pun tahu, kata itu bukanlah sebuah solusi dari masalah yang masih saja belum kuselesaikan hingga saat ini.

apa kau tahu?

kalau saja aku punya sedikit ‘keberanian’ alias nekat, sudah sedari dulu kukatakan bahwa aku ingin berhenti saja. berhenti disini. meninggalkan sesuatu yang aku sudah menyerah didalamnya. hahaha.. tapi dasarnya aku tak berani menanggung resiko: jadilah semua itu kusimpan sendiri. dan inilah yang mempengaruhi kerja ginjalku sehingga ginjal ini harus ‘ngelembur’ selama beberapa pekan lamanya. maaf ya ginjal..

akhi,

kau tahu? aku mendapatkan ‘surat cinta’ lagi dari fakultas tercinta. baru via SMS sih.. surat tertulisnya belum ada. dan inti dari surat itu adalah sebuah peringatan. peringatan? hmm kalau menurutku itu bukan peringatan. tapi semacam ancaman “kalau sampai agustus ini anda tak dinyatakan lulus sebagai S.Psi maka anda akan di DO dari fakultas”.  –bahasanya kuubah sedikit.

aku tak mungkin menyampaikan ini padamu kan? terlebih pada mereka. –sungguh aku tak sampai hati mengatakannya. kalau saja ada semacam inisiatif dari mereka untuk berkata “kalo emang teteh mau berhenti, ya udah, gak papa.. nanti jadi istri dan ibu yang baik yah..” ~hahahaha.. ngarep banget!

“udahlah teh, nggak perlu beradai-andai..” –paling-paling kalimat itu yang akan keluar dari lisanmu.

sebenarnya bukan hanya pada mereka, tapi juga pada mereka lainnya. yang semakin sering saja menanyakan ‘kapan teteh wisuda?’.. mendekati hari H. dan aku semakin stress karenanya. –tuh kan! anak psikologi juga bisa stres loh! =p

kau tahu?

saking kepikirannya, jadilah sebuah tulisan yang isinya berupa monolog. percakapanku dengan diriku sendiri.#aneh? ah aku tak peduli sekalipun ada yang menganggapku aneh. terserah sajah

ah iya, bagaimana kabar dia? kau tahulah, aku terlalu malu untuk menanyakan bagaimana kabarnya secara langsung. seperti tak tahu diri saja aku ini: menanyakan perkembangan tentang ini dan itu tapi aku sendiri tak memiliki perkembangan yang berarti.

Istighfar, Va… sebenarnya untuk siapa kau melakukan ini semua?

untuk mereka? untuk dia?atau hanya untuk pengakuan sosial saja?

untuk apa?

..

bagaimana kuliah paska sarjanamu? pekerjaanmu? amanah barumu? baik-baik sajakah?

semoga lancar-lancar saja ya.. maaf aku terlalu sering merepotkanmu. padahal aktivitasmu jauh lebih padat daripada aku.

..

semoga barokah.. semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik untukmu..

 

Advertisements

6 thoughts on “Dear my partner ..

  1. semuanya buat Allah saja mbak,
    bukan lagi untuk dia, dia, atau mereka

    harus lulus, karena Allah saja, bukan karena titel, bukan karena penghargaan dari yang lainnya
    semangat mbak Niefha….kita berjuang bersama!!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s