Tetap saja: ada yang kurang.

Standard

Sore itu aku bertemu dengannya. Setelah sekian lama tak bersua, akhirnya Allah mempertemukan kami kembali.

Ada yang berbeda dari sore itu: sapaannya tak seramah biasanya 😦 . apa kau masih marah padaku, ukh? karena pekan lalu-kah? .. Kami saling bersalaman. Cipika cipiki dan saling berucap salam.

Kau tahulah. Sebaik apapun kata-kata yang terucap atau seindah apapun kalimat yang terdengar, tetap saja ada yang kurang ketika lawan bicaramu menunjukkan bahasa nonverbal yang kurang bersahabat padamu. Tak ada senyum. Sekalipun tersenyum, senyum itu terlihat sekali bahwa itu adalah sebuah senyum paksaan. 😦

Rabb.. masih marahkah ia padaku?

Ingat betul adegan itu. Ketika aku tak bisa keluar kos dan harus mendekam di kamar karena badan tak bisa kuajak keluar (termasuk untuk membeli makan). Maka hari itu, aku hanya berbaring di kasur. Seharian.

# to be continued

Advertisements

2 thoughts on “Tetap saja: ada yang kurang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s