Maafkanlah..

Standard

apa yang kau lakukan ketika amarah sudah hampir mendekati rasa ‘BENCI’ ?

 

menangis?

memaki-maki?

menyalahkan diri sendiri?

atau menyimpan dendam seumur hidupmu?

***

dia pertama

tak ada yang salah dari sebuah pertemuan

tak perlu pula mencari kambing hitam

Dia mempertemukanmu dengannya: bisa jadi itulah ujianmu dariNya

membuatmu merasa dekat dengannya: bisa jadi Dia ingin memberikan kesenangan dunia semata

lantas membuatmu terluka: bukan berarti Dia tak suka (padamu)

 

Lihatlah, cantik!

Semesta ini terlalu luas untuk menyimpan sebuah rasa bernama ‘benci’

 

maafkan.

maafkan.

dan maafkan.

lantas tersenyumlah..

kau hanya perlu tersenyum..

***

dia kedua

kalau kau mau,

kau boleh menangis sesuka hatimu

dan kau tak perlu malu

tak harus berbagi denganku, kok..

mengadu saja padaNya : )

dan biarkan Dia menjawab semua ceritamu itu

 

ikhlaskan..

***

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s