Kenapa?

Standard

bukan lagi saatnya bertanya:

“kenapa aku? kenapa bukan dia?”

atau

“kenapa bukan si fulanah saja?”

.. “kenapa bukan si fulan?”

atau

“kenapa kamu langsung terima dia?

.. “kenapa dia memilihmu?”

.. “kenapa kamu mau menerimanya?”

***

sederhana.

katanya, “ini sudah bukan waktunya lagi bertanya seperti itu, chan. masalah ‘kenapa’ itu sudah tak perlu dicari tahu”.

(berusaha menyimak ucapannya)

“karena itu sudah bukan wilayah kita. itu urusan kita denganNya. sudah menjadi hasil istikharah”

(hmmm..)

“intinya, ini tentang kemantapan hati, chan. kalau sudah mantap, ya sudah, nggak perlu dipertanyakan lagi” (jelasnya sembari tersenyum).

yogyakarta,

Advertisements

6 thoughts on “Kenapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s