Kupdar (2) with Bumil

Standard

H-1 dari jadwal kepulangan si doi ke pulau sebrang. *jadi sedih (halah!) mari kita ganti topic. Hehe.. sabtu itu, tepatnya tanggal 19 Mei 2012, alhamdulillah waktu terisi dengan sangat baik (sampe nggak sempet istirahat.

Rencana awal mau subuhan di Masjid Nurul Islam (deket Annida), tapi karena aku bangun kesiangan (hadeeh..) jadinya baru bisa berangkat ke Nuris tuh sekitar jam 05.00 soale sekalian mao pergi, jadi sekalian rapih gitu deh :D. sampe di Nuris, kajian tafisr surah al ankabutnya udah dimulai, sayang banget sih sebenernya karena aku dan si doi datang telat *huhuhu..

Well, tapi alhamdulillahnya ada beberapa poin yang kami dapat. Tentang inti kajiannya hmm bukan disini yang mau kuceritakan. Lain waktu yah .. *semoga inget ^^v. Paska dari Nuris, sarapan di bubur ayam Jakarta yang abangnya mangkal di pinggir jakal sebelahnya jalan menuju kos lamaku aka padukuhan Karangwuni :D. maem bubur then ke Mardliyah: KRPH. Doi-ku ternyata pengen banget dateng ke sana, materinya hmm tafsir surah al muzzammil ayat 1-10 by Ustad Natsir Harits. Nggak ikut full soale setelah KRPH ada ‘agenda’ lain yang harus dipenuhi. Hehe. Charger ruhiyah by kelompok J.

Sampai sekitar jam 11.30, akhirnya menuju maskam tuk ketemu si doi di sana then menuju rumah seseorang. Eh, seseorang beserta suaminya :D..

Sebelumnya, pas lagi sarapan, aku sempat berkirim SMS dengan seseorang ini. Mau konfirmasi aja sih, ba’da dzuhur mereka ada di rumah ato nggak ^^. Dan Alhamdulillah ternyata balasannya “ada mbak, insyaallah..”. so, selepas dzuhur, maem dulu terus ke rumah mereka deh.

Rumah yang berlokasi di Jalan Godean agak masuk ke dalem itu cukup sederhana. Adem, banyak bukunya, en jujur, jadi ngantuk pas sampe di sana 😀 :D.. *keliatan nggak de kalo muka mbak udah ngantuk ngantuk gitu? =p

Eh, aku belum kasih tau siapa mereka ya? mereka adalah Hanis & suami.

Ya ampuun,. Pasangan muda (banget) dah ah! Wajah-wajah masih ABG gitu =p.. peace aja de. Dan ternyata eh ternyata Hanis nih sedang hamil 7 bulan :o.. wow! Subhanallah.. Calon ibu.

Awalnya rada bingung nyari tuh denah tapi setelah dicermati, ternyata denahnya cukup sederhana. Nah, persis di depan rumah mereka, ada satu stiker yang membuatku yakin 99% bahwa itu adalah rumah mereka. Sembari menunggu balasan sms atau respon dari si pemilik rumah, aku celingak celinguk saja sementara doi-ku masih bersama hotaru.

Tak berapa lama: CLEK!

“mbak niva!” –eh, ada seorang akhwat muncul dari balik pintu.

Ya ampuuun,, nih anak beda banget! Apa karena pengaruh ‘sedang hamil’ ya? *dilarang GR 😛

Berucap salam, cipika cipiki, dan dia mempersilakan aku juga doi-ku masuk ke dalam. Memanggil sang suami lantas keluarlah seorang ikhwan yang pernah ‘diomongin’ (baca: diceritain) si hanis dalam blognya. Dalam hati berkata, “hoo.. init oh yang namanya fachri. Eh fachri ato fachru ya?”…

Senyam senyum aja nih anak! sampai kemudian keakraban pun terjalin. ~tak butuh waktu lama untuk menciptakannya. Karena ternyata doi-ku dan sang suami lebih mampu melakukannya. M=ngobrol ngalor ngidul: mulai dari kontarakan rumah, bisnis mereka berdua yang sedang libur lantaran sakit api mau dilanjutkan kok, terus tentang pekerjaan di Sorong, Papua yang ternyata ‘cukup’ jauh dari peradaban :P.. dan ternyata lagi dunia perbankan ternyata ‘nyambung’ dengan profesi yang dijalani oleh suaminya Hanis. Mereka membicarakan kredit, tanah, jual beli tanah, dan lain sebagainya yang lebih banyak menggunakan istilah perekonomian dimana aku dan Hanis hanya menjadi pendengar saja (tapi nggak ngerti sama apa yang mereka bicarakan, hehe)..

Niatnya, sebelum ashar udah pulang. Eh sampai adzan ashar ternyata masih di rumah itu. hohoho.. tak cukup memang 1 jam berkunjung: karena ada ketawa ketiwinya dulu. Para suami sholat berjamaah di masjid dan aku juga Hanis sholat berjamaah di rumah.

Menjelang pulang, Hanis dan suaminya menyebut satu kata yang dalam memoriku ‘mudah sekali asosiasi dan hampir sebagian besar mimpiku ada di sana’.. INTIS SCHOOL. Pembicaraan tak akan jadi panjang –sebenarnya- kalau saja doi-ku tak berkata, “lah, ini si neng yang ngurusin”.. ~jyaaah si aa malah pake bilang bilang kayak bgono. Neng kan nggak pernah ngurusin INTIS school. Cuman bantu bantu pak bambang ajah. =p tapi gak papa kok.. jadi mengenalkan pak bambang ke mereka. Hehe..

*NGEK? Menolehlah Hanis dan suaminya padaku sembari berkata (dengan tatapan berbinar-binar,” iya, mbak? Waaah.. mbak kok nggak bilang? Mbak, syaratnya apa aja sih? Terus itu sistemnya kayaknya gimana? Itu kan bukan aksel ya, tapi kok SD nya Cuma 5 tahun? Lah nanti UAN nya gimana? *bla bla bla bla..”

Kuambil si henpon dan kukatakan pada mereka, Pak bambaaang, tolong saiya.. saya dapet banyak pertanyaan yang nggak bisa saya jawab, pak.. T.T secara, saya kan bukan orang INTIS, pak..”

Dan mereka bertiga hanya ketawa ketiwi melihat responku itu. –.–“

Tentang  INTIS, kujawab setahuku. Ah semoga hal-hal yang tak boleh kukatakan tak kukatakan di sore itu. dan akhirnya, pulanglah kami bertiga (aku, doi-ku dan hotaru) ke wisma.

Istirahat setelah hampir seharian keluyuran di luar 😛

Ah iya! kenapa kita nggak poto-poto berempat ya de? L haduuuh.. sayang banget tuh! Padahal bisa pake timer, terus kita poto berempat deh di rumahmu itu de .. hmm.. next time deh ya, insyaallah di Banjarmasin. Okeh? 😉

Kepada Hanis & suami: atas sambutan hangatnya, jazakumullah khoiron katsir..  ^^ yang sehat ya, bumil..

Godean, 19 Mei 2012

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s