HARUS [titik]

Standard

Ini bukan lagi perihal mau tak mau, suka tak suka, ataupun hal serupa lainnya. Sesuatu yang disebut “kewajiban” maka itu berarti HARUS dikerjakan. Tak peduli apakah kau suka atau tidak untuk mengerjakannya, dan sekalipun kau tak mau mengerjakannya, hal itu harus tetap kau kerjakan. Bukan begitu?

Sholat, misalnya. Kalau dalam Islam, yang namanya WAJIB itu berarti jika dikerjakan akan mendapat pahala tapi jika tidak, maka dosalah yang akan kau dapatkan. Maka ketika kau tahu bahwa sholat itu hukumnya wajib, mau tak mau, suka tak suka, kau harus menunaikannya.

Dan tentang skripsi,

Ini bukan karena suka atau tak suka aku mengerjakannya. Bukan juga karena mau atau tak mau aku menyelesaikannya. Bukan karena itu semua. Tapi karena itu HARUS dikerjakan dan harus diselesaikan..

Apa aku harus sampe mual mual dulu ya biar ini semua selesai? Sama halnya kayak waktu aku ngerjain laporan tes grafis yang udah bikin kami (aku dan penghuni F1-A) hampir muntah saking eneg-nya ngerjain tuh laporan.. *hadeeeh.. makan en mandi, lewat dah! Yang penting laporan selesai..  atau kayak waktu aku stand by di depan komputer cuman buat ngerjain laporan tes TAT/CAT yang pembahasannya melebihi laporan tes grafis.. *hahaha.. alhamdulillahnya gak sampe huek-huek beneran.

Dan tentang skripsi,

Seharusnya kau periksa lagi hatimu: apa niatmu untuk menyelesaikan ini Va? Untuk siapa? Dan karena apa?

Karena desakan orang-orang disekitarmukah? Karena ancaman dari fakultas dan dosen-dosenmukah? Karena ingin diterima oleh lingkunganah? Karena kau adalah anak pertamakah? Atau karena apa?

Lantas, untuk siapa kau melakukan ini semua? Untuk kedua orangtuamu? Untuk suamimu? Untuk keluarga besarmu? Atau untuk siapa?

Ah sudahlah! Pilihanku cuma satu: HARUS selesai. LULUS atau tidak, itu urusan belakangan. Toh yang tahu cuma Dia, iya kan Va?

[1] maaf sudah membuat kalian menunggu terlalu lama..

[2] Teriring permohonan maaf pada dua dosen yang saya hormati: jika kesalahpahaman itu masih dianggap belum tuntas oleh bapak dan ibu.. insyaallah, selepas menyelesaikan ini, akan saya clear-kan semuanya (semoga masih ada umur. Yah kalaupun jatahnya tak sampai disana, semoga ada yang bersedia meng-clear-kan apa yang sebenarnya terjadi). Ini bukan salah bapak atau ibu, tapi ini memang salah saya yang  terlalu lama menyelesaikan skripsi ini. Maafkan saya..

[3] Maaf juga jika saya sudah membuat kalian merasa khawatir dan bingung (mau bantu apa untuk seorang anniva sri handayani).. tapi tenang saja.. ini semua keputusan saya dan kalian tak perlu merasa bersalah yah.. terima kasih.. :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s