Belum Saatnya

Standard

Be a mother..

Belum saatnya kau mengemban amanah itu, Va.

Amanah yang ini saja belum kau selesaikan. bagaimana bisa kau mendapat amanah baru sementara Si Pemberi Amanah belum percaya padamu: untuk menerima amanah tersebut.

Maka,

Setiap kali ada kabar baik dari mereka,

doakanlah..

Setiap kali kau mendapati kisah bahagia dari mereka,

doakanlah..

Dan setiap kali kau melihat indahnya interaksi antara mereka dan calon mujahid/mujahidahnya,

doakanlah..

Memang belum saatnya.

karena mungkin Dia ingin melihat kegigihanmu dalam berupaya,

atau mungkin Dia ingin mendengar permintaan-permintaanmu (lagi) di setiap sujud dan dzikir yang kau panjatkan

atau mungkin Dia ingin memberimu waktu lebih untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum kau mendapatkan apa yang kau pinta lalu memberikannya saat kondisi keimananmu berada di puncaknya.

biar nggak shock, biar bisa legowo, biar

Itu hanya kemungkinan. karena sudah menjadi tugasmulah untuk berprasangka baik padaNya..

Tapi yang pasti:

pemberiaan dariNya tak pernah buruk, Va..

apapun itu: sakitkah, kehilangan sesuatukah, dan lain sebagainya

karena ternyata

penyikapan darimulah yang pada akhirnya akan memberikan kesimpulan “pemberian dariNya ini buruk ataukah baik”.

# masih untuk diri sendiri

Advertisements

2 thoughts on “Belum Saatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s