Dear my partner …

Standard

“Apa kabarmu di sana?”. Lama aku tak menanyakan hal itu padamu.

sekedar menyapamu melalui telepon pun tak kulakukan sejak saat itu. Aku tahu kau pasti sibuk dengan segudang akivitasmu setiap harinya. Dan seingatku, sekalinya aku menghubungi sekedar menanyakan kabar, kau pun balik bertanya “Cuma itu aja teh? Yah, dikirain ada apaan..”. ~huhuhu.. tak tahukah kau saat itu aku merasa rindu.

ah sudahlah! Kau bukan tipikal orang ‘romantis’ sepertinya =P

Bulan lalu, kita bertengkar. Tentang perbedaan ‘prinsip’ dan metode dalam menjalani sebuah keputusan. Dan hasilnya sudah bisa ditebak. Kau meluapkan kekecewaanmu padaku lalu aku merasa bersalah kemudian pecahlah tangis itu.

tapi episode itu selesai sudah. Lebih dari dua jam kau berikan penjelasan. Dari awal sampai akhir. Dan yah, kurasa, cukup dulu untuk kemudian kucerna apa maksud dan tujuanmu melakukan itu.

Maaf.

sepertinya, aku dan kakak iparmu tak bisa pulang pekan depan. Bukan karena tak mau. Tapi karena tak bisa. Kau tahu kenapa bukan?

semoga segalanya berjalan sesuai ridhoNya, bukan karena keinginan kita semata ataupun penilaian orang di luar sana.

barokah. Barokah. dan barokah.

bukankah itu yang ingin kita capai di kehidupan kita?  J

Terakhir,

terima kasih telah membalas pesanku, sekedar berkata, “It’s Ok! : ) “

itu cukup membuatku merasa kau baik baik saja di sana.

Nb: kalau ada apa-apa, cerita yah.. :’)

***

Tulisan terkait: Part I & Part II

Banjarmasin, 17.01.2013

Advertisements

2 thoughts on “Dear my partner …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s