Aku dan Jilbab #1

Standard

~Bismillaahirrahmaaniirrahiim..

Dulu, aku bersekolah di SD Muhammadiah 24 Rawamangun. Itu di Jakarta Timur. Sebelumnya pun, bangku TK kuhabiskan di TK Aisyah 21 Rawamangun. Tempat yang sama hanya berbeda level saja. Orangtuaku memang slalu menempatkan pendidikan di urutan pertama bagi anak-anaknya, khususnya pendidikan agama.

Di sekolah, aku dan teman-teman perempuanku memakai jilbab , memang.. hanya saja itu sekedar menunaikan kewajiban –karena salah satu peraturan di sana adalah wajibnya menggunakan jilbab  bagi siswi-siswi SD Muhammadiah. Sebenarnya, aku tak begitu ingat peraturan ini berlaku secara ‘permanen’ (dalam arti: selama di lingkungan diharuskan memakai jilbab ) sejak kapan. Yang kuingat adalah sejak duduk di bangku kelas 3 SD, kami (sudah) diwajibkan memakai jilbab .

Dulu, aku tak tahu mengapa aku dan teman-temanku diharuskan memakai jilbab  selama berada di lingkungan sekolah. Kupikir, “ini pasti karena Muhammadiah tuh sekolah Islam. Kalo Muhammadiah tuh sekolah negeri, pasti nggak bakal disuruh pake jilbab”. Hahaha.. bahkan jaman dulu pun aku tak tahu bedanya antara sekolah negeri dan sekolah swasta (Muhammadiah kan jelas-jelas sekolah swasta –.–!)

Dan seingatku, tak ada satu guru pun yang memberi tahu “kenapa harus memakai jilbab ” –padaku ataupun pada teman-temanku. Hmm.. atau aku yang tak ‘sadar’?

Ah sudahlah! Tak bermaksud menyalahkan siapa siapa.

Dulu, aku tak tahu bahwa aurat (rambut pun) itu harus ditutup. Yang kutahu hanyalah bagian bagian tubuh tertentu yang memang secara nyata harus ditutup jika tak mau dicap negatif oleh norma sosial, yaah kau tahulah maksudku. Tak perlu kusebutkan bagian tubuh mana yang kumaksud itu.

Oke, kita kembali ke cerita.

Katanya, jatuh cinta itu hanya ada setelah kita menikah. Yaah.. ada banyak pendapat memang. Dan aku bukan ahlinya dalam membahas hal hal seperti ini. Aku hanya ingin mengatakan bahwa sejak duduk di bangku sekolah dasar pun ternyata aku (sudah) mulai suka pada seorang makhluk berjenis kelamin laki-laki. (bukan jantan loh ya 😛 )

Hahaha… *hush.

Lucunya adalah, ada banyak teman laki-laki yang kusukai (atau bahasa kerennya “kutaksir”). Suka pada si A karena dia cakep. Suka pada si B karena suaranya ketika ia mengumandangkan azan begitu merdunya. Suka pada si C karena mukanya baby face. Suka sama si D karena jago maen basket. Suka sama si E karena pintar. Suka sama si F karena baiknya minta ampuun. Suka sama si G karena perilakunya yang begitu sopan, dan lain sebagainya.

Ah, bersyukurnya aku pernah merasakan yang namanya “suka pada laki-laki”. Karena ternyata menjadi cerita tersendiri di masa kini. Tapi yang utama adalah: itu berarti aku manusia normal. =D =D ..

Nah! Kalau aku pernah suka pada beberapa teman laki-lakiku, pertanyaannya adalah “ada nggak sih Va yang suka sama kamu?”  …

Well. ini akan terjawab seiring dengan selesainya tulisan ini sampai akhir 😀  *nggak penting amat yak 😛

Dulu, aku tak tahu SMP mana yang ingin kumasuki. “paling paling di SMP Muhammadiah lagi”, pikirku saat itu. Tapi kemudian, seorang guru IPS –namanya Pak Supadi, memberitahukan informasi tentang SMP negeri yang kualitasnya bagus di masa itu. SMPN 109 Kodam (dulu namanya SLTPN, bukan SMPN). Pak Supadi bilang, SMP itu termasuk salah satu SMP unggulan di Jakarta Timur. Dan katanya, beliau percaya bahwa dengan nilaiku saat itu, aku bisa diterima di sana.

“Kenapa Pak Supadi nggak nawarin SMP Muhammadiah ya?”, tanyaku dalam hati. Yah, aku yang dasarnya penurut (dan takut membantah orangtua) hanya manut manut saja saat mamah mengatakan bahwa pilihan pertama untukku adalah SMPN 109 Kodam. Di Kalimalang.

Aku tak ingat: apakah pernah mamah menanyakan, “mau pake jilbab ato nggak Teh di SMP nanti?”, tapi yang pasti, di tahun terakhir masa SD-ku, aku menyampaikan secara verbal bahwa aku ingin tetap memakai jilbab  setelah lulus dari bangku sekolah dasar.

Kalau anak-anak ‘pilihan’ jaman sekarang mungkin sudah paham “mengapa ummi/ibu/mamak/bunda mereka membiasakan mereka memakai jilbab”. Tapi aku, aku di masa itu sama sekali tak tahu. Karena aku tak bertanya dan aku pun tak mencari tahu. Yang kupikirkan saat itu hanyalah, “Kenapa tak ada yang mengatakan suka padaku? Apa aku jelek? Apa aku tak cantik?”

Yah. Anak gadis yang sedang mengalami masa peralihan. Dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Dan aku sadar betul bahwa dulu, duluuu sekali, aku sangat ingin memiliki yang namanya pacar. Hahaha.. entahlah! Aku saja lupa, kenapa keinginan itu begitu besarnya? –.–“ .

Aku hanya ingin orang lain menganggapku cantik. Itu saja.

Karena dulu, aku hanya memakai jilbab di lingkungan (SD) saja. Di luar itu, jilbab dipakai sebagai alat ‘tuk kipas-kipas saat merasa gerah atau me-lap keringat atau dilepas lalu ditaruh di dalam tas. Dan dulu, aku sadar betul, ternyata aku lebih cantik ketika aku berjilbab daripada saat aku tak berjilbab. *gejalanarsis

Kenapa begitu?

Karena dulu, model rambutku kuno sekali. Selama beberapa tahun selalu model yang ituu-itu melulu. Tak perlulah ya kusebutkan secara konkrit, nanti malah dibayangkan olehmu lagi!

Yaah.. begitulah. Dan sepertinya, kalaulah di SMP nanti aku tak memakai jilbab, mungkin tak ada satu pun teman laki-laki yang akan menyukaiku. Hhh…

Maka, menginjak bangku SMP pun, aku memilih tuk berjilbab. Bukan untuk menutup aurat. Bukan pula karena aku sudah baligh. Tapi karena sebuah alasan ‘konyol’.

..to be continued.

# Bukan dalam ‘memperingati’ Hijab’s Day yang (katanya) jatuh pada hari ini: 14/02/2013 tulisan ini dibuat. Sebenarnya, sudah lama ingin sekali membuat tulisan tentang jilbab tapi yah memang baru sekarang ini akhirnya dibuat 😀 .

banjarmasin, 14.02.2013

Advertisements

4 thoughts on “Aku dan Jilbab #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s