“Ah, itu kan cuma sunnah”

Standard

pernah berucap seperti itu pada suatu waktu?

kalau pernah, segeralah meminta ampun.

Alkisah, ada seorang anak laki-laki. Saat ini usianya sudah menginjak remaja, hmm yah usianya anak SMP-lah. Di masa sekolah dasarnya, tepatnya di sekolah islam terpadu, ia sudah terbiasa mengerjakan ibadah sunnah seperti sholat dhuha, tahajud, juga ibadah ‘sederhana’ seperti dzikir selepas sholat fardhu.

Beberapa tahun kemudian, pada suatu hari, seorang ibu yang sedang berkunjung di sekolah terpadu lainnya mencoba mengamati sebuah ‘fenomena’, yang pada saat itu settingan-nya adalah adegan selepas sholat. Dari 30 siswa yang mengikuti sholat maghrib berjamaa’ah pada masjid sekolah tersebut, ibu ini hanya mendapati 3 anak yang masih berada di sana, di tempat mereka sholat.

Tidak bercanda atau saling bicara. Tidak juga bermain apalagi tertidur di sana. Ibu ini mendapati ketiganya tengah berdzikir kemudian berdoa barulah meninggalkan tempat sujudnya.

Dua orang siswi dan satu orang siswa. Si ibu mengenali siswa yang ada  di antara ketiganya. Antara kagum, sedih, heran, terkejut semuanya becampur dalam satu waktu. Hingga pada waktu yang berbeda, si ibu mengetahui bahwa ternyata anak laki-laki ini masih sangat terjaga ibadah dhuhanya. Subhanallah..

Faqih, namanya. Yang juga dipenuhi rasa ingin tahu, si ibu pun bertanya pada dia. “mas faqih, kenapa temen-temen mas faqih ndak pada dhuha?”. Anak itupun menjawab, “temen-temen bilang, itu kan Cuma sunnah..”

JLEB. JLEB. JLEB.

..

Mau dhuha, ada suara menggoda, “itu kan Cuma sunnah”..

Mau rawatib, “udah nggak sudah. Itu kan Cuma sunnah”..

Mau sedekah, “zakat dulu aja, sedekahnya nanti pas ada duit. Lagian kan sedekah cuman sunnah”..

Mau tahajud, “kalo capek, tidur aja. Tahajudnya kapan-kapan.. itu kan cuman sunnah”..

Dan lain sebagainya.

..

Ah, betapa malunya aku mendapati sebuah cerita yang disampaikan oleh si ibu.

padahal seorang ustad pernah berpesan, “kalo mau dapet cintanya Allah itu, mudah. sempurnakan yang wajib lalu tambah dengan yang sunnah”.

..

jadi bagaimana: mau dicinta Allah atau tidak?

banjarmasin, 21.03.2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s