Harus Siap!

Standard

Dua tahun yang lalu, saat rencana hidupku baru saja kurubah sedemikian rupa, ternyata dia yang ‘posisinya’ kuanggap sebagai salah satu sahabatku datang secara tiba tiba. “Duhai Allah.. kenapa Kau berikan pilihan itu padaku sekarang?”, tanyaku dalam hati. Yah, statusku yang saat itu masih sebagai mahasiswa tingkat akhir (sekali) sudah tak lagi memprioritaskan untuk menikah secepatnya. Bukan karena tak ingin menikah. Keinginan itu tetap ada, hanya saja aku merubah target waktunya: menikah tahun 2014.

Ceritanya, rencana hidupku yang kubuat saat itu adalah lulus di akhir Agustus dan wisuda di bulan Nopember 2012. Itu pertama dan utama. Kedua, berkarya di Sekolahnya Pak Bambang, INTIS School yang sudah lama kutaksir sejak tahun sebelumnya. Dua tahun terikat kontrak dan tidak boleh mengundurkan diri jika sudah diterima, itu berarti rencana menikahku harus diundur. Yah, saat itu aku merasa “lebih baik aku bergerak daripada menunggu panggilan dari murobbiku yang tak tahu kapan datangnya..”.

Hehehe.. cerita ini sebenernya cukup panjang, tapi kusingkat sajalah ya. Nah, singkat cerita, di bulan Nopember, tepatnya awal Nopember 2011, tawaran itu datang dariNya, melalui perantara adik pertamaku. Tawaran untuk berproses dengan seorang ikhwan.
“Duh ya Allah.. kenapa datangnya sekarang sih?
Kenapa gak dari kemaren kemaren..?
Kenapa disaat rencana hidupku baru saja kurubah?”…
Dan sederet pertanyaan bernada protes lainnya.

Ah ya. Akhirnya kutersadar.
Hidup ini pilihan dan setiap pilihan yang kau ambil itu adalah pilihanmu, bukan pemaksaan dariNya.

Maka, setelah istikharah dan berbicara dengan kedua orangtuaku, jadilah aku memilih untuk menerima tawaranNya. Dengan seorang ikhwan bernama Panji Arohman πŸ™‚Β  .

Kalau mengingat ingat kejadian itu, jadi suka cengar cengir sendiri..
Dulu, pas nya lagi kepengen banget nikah, adaaaa aja hambatannya. Minta ini minta itu berulang kali, tetep aja nggak dikabulin (doa, maksudnya). Eh, bukannya nggak dikabulkan ding, tapi ditunda. ^^ Nah, pas nya lagi pengen fokus skripsi en pengen kerja alias ngajar dulu setelah lulus, malah ditawari ‘proposal’.Β  Hahaha.. Surprise banget jadinya!

Yah, pada dasarnya kembali lagi ke kalimat favorit bahwa “Allah slalu tahu apa yang kita butuhkan dan slalu memberikan yang terbaik”. Maka, sesaat setelah menikah pun, dimana aku ingiiiin sekali menjadi calon ibu, toh memang belum waktunya, ya mau mohon mohon sedemikian rupa juga nggak akan dikasih. Eits ini bukan berarti tinggal leyeh leyeh atau terima jadi loh ya.. Ya tetep, kalau mau sesuatu, mintanya sama Allah dibarengi dengan ikhtiar. Bahasa kerennya, ikhtiar duniawi sama ikhtiar langitnya harus jalan. Dan harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan pinta kita tepat menurut perhitunganNya. Bisa jadi dikabulkan sesuai permintaan, bisa juga dikabulkannya dalam bentuk lain yang jauh lebih baik. ^^

Nah, tentang calon ibu itu, ternyata ada banyak hikmah kenapa doaku (dan dia) tak langsung dikabulkanNya. Salah satunya bisa nyicil rumah. Salah duanya bisa bantu adek adek. Salah tiganya bisa pacaran dulu (ops!). Dan lain sebagainya.

Kalau kemarin kemarin hampir di setiap bulan merasa harap harap cemas pas siklus bulanan agak terlambat tapi ternyata datang juga alias haid, rasanya itu campur aduk. Desperado, iya. Seneng karna siklusnya masih normal, iya. Sedih juga iya. Dan lain sebagainya. Ah ternyata pada saat itu aku (dan mungkin dia) masih sibuk memikirkan pertanyaan orang orang sekitar “udah hamil belom? Kok belum hamil?”, yang itu berarti memang belum siap diberi amanah baru olehNya.

Maka, lebih baik mempersiapkan diri lagi daripada merasa desperado nggak karuan. Dan alhamdulillah Allah memudahkan.. Dapet info tentang belajar tahsin, jadi reseller produk jilbab, mulai komunikasi lagi sama adek ipar (bumil juga si neng calon perawat) en bisa ngerasain masa masa dimana uang menipiiiiis banget sampe harus ngutang (hehe) kondisi sebaliknya yang tiba tiba dapet bonus dari kantor. ^^ alhamdulillaahirobbil’aalamiin..

Allah slalu sayang,
Allah slalu cinta,
Allah suka memberi kejutan sekalipun si hamba merasa tidak siap mendapat kejutanNya..

Sama sepertiku.
Sebulan yang lalu,
saat Dia memberitahukan: ada amanah baru yang sudah menanti.
Dan harus siap menjalani.

Ya.
Aku hamil.

:’)

Advertisements

9 thoughts on “Harus Siap!

  1. Baarakallaah mba Nivaaa, hihi
    Sebenarnya udah tahu sejak beberapa hari yang lalu habis baca status BBM, tapi belum sempat ngaruhke. Sehat-sehat ya mbaa dan dedeknyaa πŸ˜€
    Asyiiiiik temennya Asma nambah lagi niiih πŸ˜€

  2. duh, melu seneng aku va πŸ˜€
    barakallah..

    suka sama kata2 ini:
    “Allah suka memberi kejutan sekalipun si hamba merasa tidak siap mendapat kejutanNya..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s