Hamil itu, begini rasanya..

Standard

Dear cinta,
Aku baru tahu ternyata seperti ini rasanya menjadi seorang calon ibu. Kupikir, semua kan berjalan seperti biasa, dimana aku bisa makan sepuasnya dan melakukan apapun yang kusuka.

Dear cinta,
Seperti ditampar berkali-kali. Betapa dulu aku sering menyakiti mereka, bahkan sampai aku dewasa. Sering menjawab saat dinasehati, ngeyel dan slalu punya argumen sendiri, juga sikap dan ekspresi wajahku yang terlihat tak bersahabat. Ah, kenapa dulu aku bersikap begitu? Hei, mungkin karena itu, kau diberi sedikit pelajaran, betapa dulu ibumu memberikan segalanya demi anak yang dikandungnya: kau. Dan Saat kau bersikap tak baik padanya, Dia membela. Tak seharusnya kau bersikap demikian pada sosok bernama ibu.

Dear cinta,
Mual mual ini terasa begitu menyiksa. Terlebih jika apa yang kumakan harus keluar secara terpaksa. Seperti semuanya sia sia saja. Tidak. Aku tidak sakit. Ini hal yang wajar, kata mereka. Dan cinta, janganlah meminta maaf padaku.. ini bukan salahmu.. Sungguh, apa yang terjadi padaku bukanlah salahmu. Tersenyumlah.. Kita jalani ini bersama. Yah? 🙂

Dear cinta,
Aku takut. Entah karena apa Dia memberikan amanah ini kemarin. Apa karena  kita dianggap mampu, ataukah justru sebenarnya kita belum mampu lalu diminta untuk bisa menjalaninya? Menurutmu..? Ah kau pasti akan menjawab, “semua ini ada hikmahnya..”. Bukan begitu? Cinta, apa aku bisa menjadi seorang ibu yang pantas dirindukan surga?

# Diary 10w1d

Advertisements

3 thoughts on “Hamil itu, begini rasanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s