.critanya belum selesai.

Standard

Siang. Menjelang dzuhur. Niatnya ke kamar mandi, tapi pandangan berhenti di satu sudut ruangan.

Eh, apaan itu menjulang kayak kawat di tiang gorden? Perasaan, gak ada kawat kayak gitu sebelumnya..

Diam beberapa saat sembari mengamati baik baik ‘sesuatu’ yang kukira kawat di sana.

DEG! Jangan bilang itu ular..

Kuperhatikan lagi ‘sesuatu’ yang mencurigakan itu. Ah, masa ular? Dari mana dia masuk, kan jendela tak satupun kubuka sejak pagi tadi.

Sesuatu’ itu tak bergerak. Dia seperti benda mati. Ah mungkin ada kawat yang nyantol kali yaa.. . Belum yakin sebenarnya, kalau itu adalah kawat. Karena seingatku pagi tadi ‘sesuatu’ itu tak ada.

Tak berapa lama…

GLEK. ‘Sesuatu’ itu bergerak. Aaaaaarrggh… itu ular!

Ya Tuhan.. yang kulihat itu benar benar seekor ular. Dia merayap di tiang gordenku yang berwarna kuning. Terlihat jelas kepalanya diujung tiang dan badannya yang meliuk-liuk mengikuti gerakan si kepala.

Allah..
Ular itu memang tidak besar. Kurus. Kecil. Tapi jujur, aku takut setengah mati. Gimana kalo ularnya berbisa? Ato turun dari gorden ke lantai en kesana kemari? +_+

Kuambil si henpon. Menelepon si aa yang mungkin belum bisa pulang. Dua kali kuhubungi, tak diangkat olehnya. Angkat sih a.. Gemetar sudah kaki ini. Tapi mata tetap fokus menatap ke arah sana. Ketiga kalinya kuhubungi, diangkatlah teleponku. Tanpa basa basi kukatakan padanya bahwa baru saja aku melihat ada ular kecil di rumah.

# bersambung..

Advertisements

2 thoughts on “.critanya belum selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s