Bersama Empat Pria

Standard

Well, dini hari ini belum genap empat sih. Masih tiga. Tapi kemungkinan besar siang nanti akan genap menjadi empat.

Hidup bersama laki-laki yang bukan mahromnya itu ternyata begini ya rasanya. Eh jangan mikir yang’macem-macem’ loh ya! Laki-laki yang kumaksud adalah adek ipar. Yes, my husband’s brother.

Hmm sebenernya banyak ‘gemesnya’ sih ya, secara gitu, cowok! Itu pula yang membuat kebawelanku muncul ke permukaan (hahaha.. apaan sih gue!). Mulai dari nyuci piring, nyuci baju, nyetrika, ngepel, nyapu, sampe remeh temeh lainnya yang mungkin bagi para pria “ya elah. Gitu doang. Nggak usah lebay juga keylees”.

Kadang merasa sedikit terbantu, apalagi kalo rumah lagi berantakan-berantakannya atau lagi rempong nyiapin maem si dede eh si dede bangun.. oh my!

Dan sepertinya ini cara Allah menguji kesabaranku (lagi). Baru satu anak aja luar biasa menguras energi, nah ditambah ngurus rumah yang kadang pengennya semua anggota keluarga di sini slalu inisiatif untuk membantu. (Ngarep.com).

Tinggal satu atap sama ipar itu harus ekstra hati-hati. Especially yang namanya menjaga pandangan dan aurat. Iya kan? šŸ™‚ . Karena ipar disamakan dengan kematian. Dan satu lagi, privasinya jadi sedikit hmm nggak seperti kalau tinggal berdua saja.

Doakanlah, teman.,
Agar semuanya bisa terjaga sebagaimana mestinya. Sesuai syari’at.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s