Standard

Menyaksikan tayangan On The Spot tadi, tentang Bullying.. saat ada seorang anak, siswa SD dibully dua orang temannya di pinggir jalan, sepulang sekolah, dan ada seorang ibu yang lewat di samping mereka, acuh. Jangankan memisahkan, berhenti pun tidak. Ah, apa aku juga akan seperti ibu itu? Cuek dan tak peduli karena menganggap “itu bukan urusan gue!”,

Kadang penyesalan itu muncul tiba-tiba.
Kenapa dulu lulusnya lama sih?
Kalau aja kuliahku selesai dalam waktu 4 atau 5 tahun, aku pasti bisa menikmati masa masa dimana aku berprofesi sebagai seorang pengajar.
Tapi yah, manalah boleh kita berandai-andai..
Itu kesukaannya syaitan.

Masih menyimpan satu mimpi. Mimpi yang sama, yang kuidamkan “ini yang ingin kulakukan jika aku sudah lulus sebagai sarjana psikologi”.

Sebenarnya rindu.
Bersua dengan mereka. Melihat tingkah polahnya yang teramat lugu. Polos. Mendengarkan semua cerita juga permintaan yang terkadang lucu dan tak masuk akal.

Anak anak.
Entahlah, aku merasa kepekaan ini terasah setiap berinteraksi dengan mereka. Dan aku rindu menjadi seorang guru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s