Seperti Ditegur

Standard

Menikah, tak selamanya indah #tsaaah.
Kadang ada kelahinya. Kadang beda pendapatnya. Kadang kambuh emosi jiwanya. Terlebih jika anak hadir. Bukan salah si anak atau “karena si anak” loh ya. Tapi lebih menekankan pada kecerdasan emosi si istri dan si suami.

Sebenernya mau ngebahas apa sih? ~hahaha.. #geje.
Maaf maaf. Prolognya gak oke. Udah lama gak nulis. Jadi grogi.

Marah sama si doi, pernah. Kesel sama si doi, pernah. Berantem sama si doi juga pernah. Dan kalau iman di nomor sekian, rasanya emang mudah ya merasa emosi jiwa 😛 . Ditanya baik-baik, ketus. Disapa dan disalami tetep cemberut. Daan sederet perilaku serupa yang sungguh-sungguh tak ada dalam kriteria istri sholihah (huhuhuhu.. *nangis*)

Saat merasa ‘kurang’ karena pasaknya jauh lebih besar daripada tiang, datang cerita darinya: ada kawan yang digugat cerai sang istri lantaran ia terlilit banyak hutang. Astaghfirullahal’adzhim..

Saat merasa tak memiliki baju baru, ingin beli ini dan itu, muncullah di TV sebuah iklan yang menampilkan “berkah Ramadhan” : anak laki-laki yang menginginkan sarung baru untuk sholat, seorang ibu yang menjahit ulang mukena lamanya agar tak usang di hari raya, seorang bapak yang menggunakan sarung tangan lusuh sebagai sajadah. Ah, betapa malunya.

Saat merasa tak diperhatikan oleh suami, terdengarlah sebuah cerita seorang kawan yang belum pernah disentuh oleh suaminya selama beberapa bulan paska mereka menikah. Ya Tuhan…

Seperti ditampar.
Diingatkan berulang kali. Supaya menyadari bahwa “hey, niva! Hidupmu masih lebih baik dari mereka. Bersyukur dong..”.
Bahwa rizki tak selalu materi. Suami sehat, alhamdulillah. Anak sehat dan ceria, alhamdulillah. Masih bisa makan, alhamdulillah. Tergerak untuk tilawah, alhamdulillah. Mulai rutin dhuha-tahajudnya, alhamdulillah. Punya tetangga baik hatinya, alhamdulillah. Lingkungan tempat tinggal aman dan nyaman, alhamdulillah. Ya, tak cukuplah menuliskan semua nikmat. DariNya.

Kita hanya perlu berpegangan tangan. Memperbaiki yang salah. Menguatkan jika ada yang lemah. Menasihati kala hati mati. Dan saling mendoakan, meminta petunjukNya agar jalan keluar itu bisa kita temukan.

~maaf ya Bang,
Tolong doakan agar bisa menjadi istri yang pandai bersyukur..
Pertengahan Ramadhan 1436 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s