Driving

Standard

Well, nggak ada yang mau merepotkan orang lain, apalagi keluarga sendiri. Itulah kenapa nak, ummi pengen banget belajar nyetir mobil. Punya atau belumnya, itu bisa dinanti-nanti. Setidaknya, kalau kita lagi di jakarta sementara abi lagi di sebrang sana, dan kitamada perlu ke sana sini, kita bisa berangkat sendiri. Pinjam mobil ngki, sih ya. Tapi kan nggak perlu minta anterin ngki atau bro ota. Manalah ummi diijinkan membawamu naik motor berdua saja? Apalagi naik angkot.

Bro ota sekarang sudah ada tante bubun juga dede azka, nak. Jadi kalau ummi mau minta tolong bro ota untuk antar atau jemput kita, ummi harus mempertimbangkan perasaannya tante bubun. Kira kira mereka sudah punya agenda bersama atau tidak di hari H? Atau mungkin agenda mendesak dan penting. Seperti hari ini. Sedangkan ngki, kita tahu, uyut sering menanyakan ngki. Terlebih saat ini, kondisi kesehatan uyut yang belum stabil. Kalau bukan karena ada acara besok, ngki pasti sudah bolak balik jakarta-cirebon untuk mengontrol kondisi uyut. Dan kalau kita meminta tolong pada ngki, ummi merasa tak tega. Khawatir ngki kecapekan.

Di nnin iwat sebenarnya ada mamang agung. Tapi kan mamang agung bukan mahramnya ummi. Nggak mungkinlah ya. Ummi juga nggak mau, sayang.

Jadi memang sebaiknya ummi juga abi bisa nyetir mobil sendiri. Yah, bahasa bakunya mah mengendarai mobil. Biar kita nggak ngerepotin mereka lagi. Biar bisa lebih bermanfaat buat orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s