Catatan sepulang dari dr.Sp.A

Standard

Dear cinta,
sungguh benarlah pernyataan “lebih baik ibu yang sakit nak daripada kamu yang sakit”..
Rumah sepi. Barang barang tertata rapi, kalaupun tak rapi yaa setidaknya tetap ada di posisi semula.
Tak ada gelak tawa ataupun ocehan ocehan penuh makna.
Tak ada yang mondar mandir keliling rumah macam setrika yang berjalan ke setiap sudut pakaian.
Dan tak ada yang mau makan sendirii, diambilkan air minum atau mengobrak-abrik tumpukan pakaian yang belum disetrika.
Sedih? Pastinya..

Hey, cinta.
Ternyata aku baru menyadari bahwa cinta seorang ibu tak ada habisnya.
Sebesar apapun rasa kecewanya pada kita, selalu ada ruang maaf untuk anak-anaknya.
Sebesar apapun rasa sedih yang melanda, senyumnya selalu ada saat anak-anak memintanya bercengkrama.
Dan doa doa panjang yang ia pinta pada Rabb pemilik semesta selalu mengalir, mendampingi setiap centi kehidupan keluarganya.

Dan tahukah kau, cinta?
Saat setan menggodamu untuk berkata, “ih, ibu macam apa dia? Pantaskah ia menjadi ibumu?”
Segeralah beristighfar..
Sungguh, tak ada sejengkal pun kita pantas untuk marah padanya, apalagi kalau sampai membencinya.
Rabbi, semoga saja tidak.

Cinta,
Surgamu ada padanya. Tiga kali Rasul sebutkan, tepat sebelum nama ayah.
Dan kau pasti tahu ridhonya Allah ada pada ridho kedua orangtuamu.
Kalau kau anak perempuan dan sudah menikah, ridho Allah ada pada suamimu. Dan orang tua tetap ada setelahnya.

Bersyukurlah,
Bersyukurlah jika lisannya selalu terjaga dari perkataan buruk pada anak-anaknya
Bersyukurlah jika maafnya selalu ada bahkan sebelum kita pinta
Dan bersyukurlah jika Allah masih memberinya usia, itu berarti jalan surgamu masih lapang. Luas.

Dear syahdan,
Maafkan ummi nak.
Cepat sembuh ya, sayang..
Besok kita berantakin lagi mainan dede di kardus itu
Baca baca buku cerita, corat coret kertas hvs,
Atau jalan jalan keliling komplek sama abi
Terus sorenya kita ke sabilal, ikut ummi pengajian. Yuk!
Cepet sembuh ya, nak,,
Ummi rindu senyumanmu. (sad)

(Sepulang konsul dari dokter edy)
Muntah muntah sedari pagi

Advertisements

4 thoughts on “Catatan sepulang dari dr.Sp.A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s