Curcol di malam hari

Standard

PR besar memang untuk pemimpin kota banjarmasin juga propinsi kalimantan selatan. Banyak memproduksi batu bara tapi listrik byar-pret hampir setiap hari. Helloooow.. setiap harikah ada perbaikan? Memangnya separah apa sih kerusakannya? *kepobecampurkesel

Ceritanya nih listrik mati dari menjelang maghrib, sekitar jam 18.00 lewat dikit, sampai tulisan ini diketik sekitar jam 23.30 masih mati aja listriknya. –.–” Nggak bisa tidur, bukan karena takut gelap, tapi karena kegerahan. Kamar tidur nggak ada ventilasi udara selain jendela, so sirkulasi udara cuma lewat jendela yang cuma dibuka selepas subuh dan ditutup menjelang maghrib. Amat sangat nggak mungkin buka jendela kamar di malam hari, adem sih yaaa tapi banyak nyamuk (soale masih semak belukar en rawa-rawa nih di belakang rumah).

Kalau dulu pas masih berdua, pintu kamar dibuka begitu aja (tapi pintu depan dikunclah pastinya), biar adem en nggak pengap. Tapi sejak berlima, mau nggak mau pintu kamar harus ditutup. Ya kali mau cari sensasi dengan membiarkan pintu kamar terbuka –.–“.!Nggak bisa leyeh leyeh di ruang depan juga, so mau nggak mau, suka nggak suka aku memilih untuk berupaya melek sampai listrik nyala lagi.

Aih alhamdulillah nyala juga akhirnya. Tepat jam 23.37 wita. Well, hampir 6 jam.

Malu juga sebenernya,, baru mati listrik sebentar gini, udah ngeluh berkepanjangan. +_+ .. Gimana sama mereka yang di wilayah konflik ya?

Jelas memang perbedaan kualitas imannya.
*ngaca

Advertisements

5 thoughts on “Curcol di malam hari

  1. Padahal Banjarmasin punya pembangkit listrik sendiri ya mbak, itu aja sering mati, lah di Sampit ini apalagi, suplai listrik untuk wilayah sampit sebagian ngambil dari kalsel juga, begitu ada kerusakan jaringan di tengah jalan beuh langsung dah gelap gulita. Awal musim penghujan kemarin ada angin kenceng sampe gardu PLN roboh, beberapa hari awal parah banget mati listriknya mba, masih mending kalo sehari cuma mati 6jam, pernah kapan itu sehari matinya hampir 12jam sendiri. Parah lagi matinya kalo malem, gerah juga di sini. Baru di Sampit ini ngelihat tiap rumah warga hampir pada punya genset semua. Dulu di Banjar lingkungan kampung jarang sih yang punya genset paling yang pada punya warung atau toko yang punya. Di situ matinya seminggu bisa berapa kali mbak? Sini masih belum normal, kadang 3hari sekali, kadang lebih, tapi ini udah termasuk mendingan daripada pas awal awal itu beuh almost everyday lah mati listrik :3

      • Walah, itu adik iparnya cowok semua ya mbak? Ini sampit alhamdulillah listrik mulai normal, mati lampu 2pekan lalu masih 3hari sekali, sekarang kayaknya seminggu sekali,hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s