lima undangan walimah

Standard

kalau saja bisa membelah diri macam amoeba *eh, gak mungkinย  banget..

dapet undangan pernikahan itu rasanya.. sesuatu banget! *nostalgia ๐Ÿ˜› .. tambah jadi sesuatu kalo undangannya itu diadakan di hari yang sama –.–”

inilah hari kumaksud: 16 Desember 2012

Continue reading

Advertisements

Sister-in-law

Standard

Jadi kakak ipar itu, hmm.. belum berani mengatakan LUAR BIASA. tapi ndak bisa juga dikatakan BIASA SAJAH. karena selalu ada rasa yang berbeda ketika ada peran baru yang (pastinya baru) kau dapatkan dariNya. dan aku belum bisa menyimpulkannya dengan tepat kedalam sebuah frase.

Dalam proses menuju hari H itu, -jujur- galau luar biasa yang kurasa ketika aku tahu “kalaulah kami berjodoh, maka aku akan menjadi seorang kakak dari sembilan orang adik”.

Ya, sembilan. Tak sebanyak Pak umar al Faruq sih, tapi mendengar kata sembilan sajah sudah membuatku galau. tujuh itu dua adik kandungku dan tujuh adiknya. ๐Ÿ˜ฎ ..subhanallah yah! sesuatu banget! ~.~

Satu pertanyaan ketika itu: “mampukah aku?”

Ya Tuhan.. menjadi kakak dari dua orang adik saja aku merasa belum becus, ini lagi mau ditambah enam adik darinya. ~huhuhu.. help me. *lebay deh loe Va!

~Ah sudahlah! Ketika sebuah amanah telah sampai ke tanganmu, itu berarti Dia tahu bahwa kau akan mampu mengembannya. So, take it! ^^ย  *ceritane menyemangati diri sendiri.

Maka, tepat di tanggal 24 Maret 2012 lalu, peran baru itu pun melekat di bahuku.

๐Ÿ™‚ Menjadi seorang kakak (ipar) itu, hmm NANO-NANO rasanya ๐Ÿ˜€

(alm) Fajar, Agung, Gusti, Endah, Bangkit, dan Opik. Gimana ya rasanya kedatangan ‘orang baru’ di kehidupan mereka? Di keluarga mereka: as sister-in-law. *tolong jangan bayangkan seperti sinetron Indonesia yang nggak mutu ceritanya ๐Ÿ˜› . Continue reading

Partner hidup #1

Standard

aku tak ingat kapan pertama kalinya rasa sayang itu muncul di hatiku. aku juga tak ingat kapan persisnya aku mulai merindukanmu ketika kau tak ada disampingku.

apa kau ingat, dulu aku pernah mendoakanmu agar Dia menempatkanmu di neraka -saking jengkelnya aku pada sikap-sikapmu. kuucapkan dengan suara lantang dan seketika itu juga ada yang menegurku. beliau bilang, “Kalau berdoa, nggak boleh yang jelek-jelek”. Aku terdiam dan menoleh kearahmu -masih dengan wajah tak suka. sedangkan kau pun tak berkomentar apapun setelahnya. ~maafkan aku..

kapan ya pertama kalinya kita mulai bertukar cerita? kau bercerita tentang dia, dia, dan dia. dan aku pun bercerita tentang dia, dirinya, dan mereka.

Continue reading

Janji November!

Standard

"Nanti kita foto bertiga disini ya mbak"

Ah.. itu kalimat yang terlontar dari Anti dan Yovha di bulan September kemarin selepas kami mengikuti acara Buka Bersama di KMP (Keluarga Muslim Psikologi). Dan aku meng-iya-kan. Terbayang olehku ketika itu, kami harus mengantri untuk berfoto di depan ‘tugu’ Fakultas yang umurnya baru beberapa bulan itu. Hihihi.. Eh ternyata aku ndak bisa ikutan foto-foto hari ini.

Continue reading

Hotaru. Nggak cantik. Jilbab

Standard

Jumat pagi tadi. Berencana mau memandikan Hotaru dan ini hari kedua aku mendapat kunjungan rutin ba’da subuh dari Mas Maul. Oia, Mas Maul ini umurnya masih 4 tahun loh! eh hampir 5 tahun ding.ย  Jelaslah kalau dia belum baligh *sekedar kroscek. Well, karena hari Jumat itu adalah hari khusus untuk bersih-bersih, so pagi tadi aku berencana akan memandikan si hotaru, mengganti sprey kasur, dan mengepel lantai.

Sekitar jam 6 kurang aku keluar kamar. Continue reading

Bercerita padamu

Standard

Bercerita padamu malam itu, membuatku merasa jauh lebih tenang dari sebelumnya.

Tentang sebuah nama yang pernah kau dengar dariku di hari yang lalu juga tentang tugas akhirku yang sampai saat ini pun masih belum sampai garis finish. Tentang dia, dia, dia, dan mereka yang pernah menitipkan salamnya pada keluarga kita. Tentang sahabat-sahabat terdekatku yang tak sungkan untuk membantu ketika aku butuh pertolongan. Tentang kekhawatiranku bertemu dengan dosen pembimbing juga tentang harapan-harapanmu padaku. Continue reading

Biar rapi!

Standard

Siang itu, main ke rumah mbak Nopi. Mbak Nopi ini mbak angkatanku di Psikologi. Angkatan 2003. Calon Psikolog yang nantinya bergerak di ranah pendidikan. Doakan ya teman, semoga tahun depan beliau sudah menyelesaikan tesisnya dan bisa berkarya sebagai seorang Psikolog.

Hari itu, Selasa yang lalu (08/11) entah kenapa aku merasa bosan berada di kamar kosku sendiri. Mati gaya juga. Sudah berkali-kali ganti posisi duduk di depan Levo, tapi tetap saja mati gaya. Akhirnya, ku SMS Mbak Nopi. Niatnya sih mencari teman pergi ke perpustakaan pusat (yang letaknya di antara GSP dan gedung pusat UGM), tapi ternyata Mbak Nopi sedang ada di di rumah.

Yaah.. aku kemana yak?

“Ke rumahku aja yuk Va”, balasnya.Weeeh… Iya juga ya! Kenapa aku nggak kepikiran untuk ke sana? Hehe.. Dan, jadilah siang itu aku ke rumah Mbak Nopi :). Sempet nyasar sih, tapi yah, nyasar di Yogya mah masih mendinglah daripada nyasar di Jakarta. ๐Ÿ˜€

Beli nasi padang. Dua porsi. Karena mbak Nopi ternyata mau juga..

Continue reading