Assalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh..
Gimana kabar ibu? Baru sampai Yogya tadi sore ya bu? Semoga ibu sehat selalu ya
Dear bu Ira,
Assalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh..
Gimana kabar ibu? Baru sampai Yogya tadi sore ya bu? Semoga ibu sehat selalu ya
Dear bu Ira,
Jadi mahasiswa tingkat terakhir itu, sesuatu banget.
:”> aiih.. udah dua bulan jadian sama si doi !
uhuy!
walaupun jarak dan waktu memisahkan, tapi hati selalu dekat kaan? *senyamsenyum ga jelas
H-1 dari jadwal kepulangan si doi ke pulau sebrang. *jadi sedih (halah!) mari kita ganti topic. Hehe.. sabtu itu, tepatnya tanggal 19 Mei 2012, alhamdulillah waktu terisi dengan sangat baik (sampe nggak sempet istirahat.
Rencana awal mau subuhan di Masjid Nurul Islam (deket Annida), tapi karena aku bangun kesiangan (hadeeh..) jadinya baru bisa berangkat ke Nuris tuh sekitar jam 05.00 soale sekalian mao pergi, jadi sekalian rapih gitu deh
. sampe di Nuris, kajian tafisr surah al ankabutnya udah dimulai, sayang banget sih sebenernya karena aku dan si doi datang telat *huhuhu..
“Hindarilah dulu membahas bahwa anda tidak bisa memasak dan jangan yakini itu akan sangat menjadi perhatian mertua. Tidak! Akan terasa jauh lebih berharga baginya memiliki menantu berakhlak mulia dibanding sekadar memiliki seorang tukang masak bagi anaknya”. (Baarokallohulaka: Bahagianya merayakan cinta. Salim A. Fillah)
***
Menjadi seorang menantu itu.. hmm.. kurasa, untaian kalimat-kalimat diatas itu sudah mewakili apa yang tengah kurasa ketika itu. Persis setelah status baru kusandang: seorang istri.
Tentang memasak
Inilah yang membuatku ngebatin, “mendingan ujian SIM C deh daripada ujian masak di depan mertua T.T ..” *jeritan hati seorang istri yang belum bisa memasak.
Masak? Hmm aku bisa kok! Masak air, bikin mie instan, buat nasi goreng, bikin nutri gel ato agar-agar, hmm goreng kerupuk (opak, dan sejenisnya), goreng ikan, goreng telor (mata sapi atopun dadar), hmm apa lagi ya? ^^b
Di suatu sore, dimana aku diperkenalkan oleh suamiku di hadapan mereka (yang katanya punya nama Laskar 2009), bertemulah aku dengan seorang akhwat sholihah. Seorang adik angkatan yang usia pernikahannya baru mencapai 4 bulan. Dan kini sedang mengandung alias hamil *mupeng: modeon. Namanya Echa =).
Pertanyaan pertama yang ditujukan padaku adalah “gimana mbak, rasanya menikah?” (sembari senyam senyum bgitu).
Butuh waktu beberapa detik untuk menemukan jawabannya dan yang terlintas di benak adalah “rasanya menikah? LUAR BIASA, cha!”.. (hahaha.. tertawalah dia mendengar jawaban singkatku itu).
Luar biasa?
Hmm.. multitafsir ya? ato ambigu?
yang jelas, menikah itu rasanya campur aduk dan ya itu tadi, yang terpikirkan olehku hanyalah frase “luar biasa”.
Peralihan dari status single menjadi ‘have been married’ jelaslah banyak perbedaannya.
Baru inget masih ada PR yang belon diselesein.
~maafkan aku aa, aku refreshing dulu yak di rumahniefha.. SKRIPSInya nanti dilanjutin lagi kok. hehe..
Ini bukan tentang surat izin mengemudi. bukan juga tentang rentang nilai yang tertulis di raport jaman sekolah dulu.
sederhana; perlukah sebuah alasan untuk mencintaimu, a?
Aduh, tiba tiba kangen sama rombonganne anak-anak MITI yang pernah kutebengi dari Jakarta menuju Yogyaa..
# gimana kabar kalian?
assalamu’alaykum ukhti. lama kita tak bertemu. tautau aku mendapat undangan darimu siang itu.
hanya beberapa menit kita berbagi cerita. kau bercerita perihal suamiku ketika masih muda dulu (eh, sekarang juga masih muda ding! maksudku di masa kalian masih berada dalam satu koordinasi menjalankan sebuah amanah di ranah ‘ilmy) dan aku lebih banyak “iya po, Na?” -lalu kau pun tertawa mendengar komentarku yang seolah tak percaya
..
si teteh yang paling kanan
Senin malam: dua hari yang lalu
Diajak si teteh ke Pandan Resto yang ada di Jalan Palagan (persis sampingan sama Monjali). Ada Family Gathering para calon wisudawan dan wisudawati dari Magister Teknik Sistem UGM.
Teteh said, “biasanya mah neng, pelepasannya (eh gathering) tuh H-1 dari hari wisuda, eh sekarang mah H-2. Ya jelas aja atuh keluarga Usy belon pada datang..”, katanya dengan logat sunda yang kental sekali. ngomong bahasa indonesia ajah logat sundanya masih ketara, apalagi pake bahasa sunda!
Eh iya, teteh ini dulu S1-nya di PolBan (bandung). lanjut S2 di M.ST UGM tahun 2009. En asli Garut!
Silaturahim ke tempat Mbak Puji, eh malah diajak makan di luar >.< ..
Mbak Puji ini salah satu petinggi di ranah sya’bi-nya Karangwuni (kosku yang lama). Salah satu penggerak mentoring adek-adek SMP/SMA, salah satu pengurus dan pengajar TPA Al Ittihaad, salah satu pengurus Sabiiluna (pengajian rutin malam Jumat) juga dan yaah yang pasti sih beliau adalah dedengkotnya Karangwuni. Hehe..